MATATELINGA, Sibolga: Keluhan para pengusaha perikanan dan nelayan Kota Sibolga terkait Harga Acuan Ikan (HAI), kiranya dapat direspon oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).BACAJUGA
https://www.matatelinga.com/Berita-Sumut/berantas-peredaran-narkoba--berikut-tindakan-yang-dilakukan-polres-batubaraSetidaknya harapan itu disampaikan oleh wakil Wali Kota Sibolga, Pantas Maruba Lumban Tobing. Wakil ketua DPRD, Jamil Zeb Tumory dan Selfi Kristian Purba.Kemudian, anggota DPRD Herman Soni Saragih dari PKS, Syuryanti Sidabutar dari Golkar, ketua DPC HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Sumatera Utara Linda Hutagalung.Selanjutnya, ketua Asosiasi Pengusaha Pukat Cincin (APPC) Sibolga - Tapteng Kastamansyah Hutabarat, serta utusan pengusaha perikanan Syarifuddin Lubis.[br]Saat di kantor KKP Jakarta Pusat, wakil ketua DPRD Sibolga, Jamil Zeb Tumory mengakui telah menyampaikan keluhan soal Kepmen Nomor 33 tahun 2024."Kita beberkan masalah perikanan Sibolga yang anjlok, Harga Acuan Ikan (HAI), Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dikeluhkan para pengusaha dan nelayan," jelasnya, Selasa (04/06/2024)."Semua berkas keluhan sudah sampai. Kondisi perikanan juga kita paparkan. Rabu siang kita lanjutkan lagi ke Dirjen Tangkap KKP RI," tambah Jamil.Jamil juga berharap, keluhan yang sudah disampaikan dapat ditindak lanjuti KKP, agar kapal nelayan kembali beroperasi."Mudah-mudahan cepat direspon KKP, agar kapal dapat beroperasi, kemudian, nelayan juga segera bekerja," pintanya.Harapan sama diutarakan Syarifuddin Lubis, seorang pengusaha perikanan di Sibolga. "Kita masih berusaha, doakan terbaik ya," ucap Syarifuddin. (Muafdan)