Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Anton Medan: Inilah Indonesia dengan semangat kasih sayang
Nikah Massal

Anton Medan: Inilah Indonesia dengan semangat kasih sayang

Admin - Senin, 20 Oktober 2014 21:52 WIB
matatelinga.com
Matatelinga - Langkat, Sejumlah tokoh-tokoh dan ulama agama Islam, Kristen dan Budha ikut hadir  termasuk Anton Medan, Ketua DPD PITI dan Pimpinan Ponpes At Taibin.Pondok Rajeg, Kec. Cibinong, Kab. Bogor. Kehadiran sejumlah tokoh tokoh ke Perkampungan Matfa Indonesia, Dusun 3 Desa Telaga Said Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat sontak ramai,melihat ribuan orang datang dari berbagai daerah, Jakarta, Medan, Sumatera Barat dan Aceh menghadiri nikah massal 13 pasangan pengantin di Kampung Mafta Indonesia, Minggu (19/10/2014). Ke-13 pengantin dengan menggunakan pakaian adat dari 13 suku di Indonesia diantaranya busana Melayu, Jawa, Karo, Mandailing, Batak, Melayu Banjar, Aceh, Kalimantan, dan  Simalungun, adalah jamaah Majelis Taklim Fardu Ain (Matfa) Indonesia. Mereka menikah Kamis (9/10/2014) oleh Pembina Matfa Indonesia, YM Tuwan Imam di kampong yang dikelola swakelola mandiri ini.Pesta pernikahan massal yang digelar pertama kali di Kampung Mafta Indonesia mendapat perhatian Ulama dan tokoh-tokoh agama. Terlihat hadir H Anton Medan, Petua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Sumut, Ketua Front Pembela Islam (FPI) Sumut, pemimpin pondok pesantren dari Sumatra Utara, Aceh, Ketua Gerakan Anti Narkoba HM Kamaluddin Lubis  dan tokoh-tokoh pemuda."Inilah Indonesia, semua umat berkumpul baik Islam, Kristen, Budha dan Hindu dengan semangat kasih sayang, karena Islam mengajarkan kasih sayang, bukan pertikaian atau saling menghakimi," ujar Anton Medan yang mengaku baru tiba dari Tiongkok merayakan ulang tahunnya bersama keluarga.Setelah menjalani prosesi, ke-13 pengantin menduduki kursi pengantin yang ditempatkan di bangku depan dengan warna kuning keemasan. Mereka ditepungtawari Pembina Mafta Indonesia, YM Tuwan Imam dan keluarga mereka yang hadir dari berbagai daerah. Pengantin juga langsung menerima buku nikah yang dikeluarkan KUA Kecamatan Sei Lepan."Kami menikah tanpa biaya sepeserpun dan memutuskan untuk menetap di kampong ini," kata Nura Yunita, salah seorang pengantin yang mengaku sangat terharu dengan proses pernikahannya.Kampung Matfa Indonesia dihuni 1600 jiwa, 260 Kepala Keluarga. Mereka hidup swakelola, bekerja sesuai dengan kemampuannya dan semua hasil usaha dikelola Baitul Mal Mafta Indonesia. Di tanah seluas 13 hektar, dibangun areal pemukiman, industry rumahan, pertanian, perternakan, pasar rakyat, sekolah gratis, pengobatan gratis dan menjadikan harta seluruh jamaah sebagai titik nol perekonomian."Lebih besar nilai sosialis disini, orang-orang di dalamnya mampu melepaskan ego pribadi untuk kepentingan bersama, ini patut ditiru kampung-kampung lain," ujar Kamaluddin Lubis, pengacara senior dan Pembina YASIKA dan juga Ketua Gerakan Anti Narkoba. (Mt)


Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Atasi Kemiskinan, Sergai Lakukan Inovasi dan Lompatan Berbagai Program Efisien

Berita Sumut

Kepala Bakamla RI Hadiri Pembahasan Tindak Lanjut Illegal Fishing Zona Timur

Berita Sumut

Bupati Soekirman Ajak Peserta Tingkatkan Keterampilan Untuk Menambah Penghasilan Keluarga

Berita Sumut

Bupati Soekirman Himbau ASN Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

Berita Sumut

Pengunjung dan Pasien RS Royal Prima Berhamburan Keluar

Berita Sumut

Ratusan Pengunjung Perbelanjaan dan Mall di Kota Medan Terbirit Birit