MATATELINGA, Asahan :Sindikat pelaku peracun hewan ternak lembu milik warga lingkungan VII kelurahan Sentang kecamatan Kisaran Timur kembali beraksi, sudah puluhan hewan ternak lembu milik warga sekarat dan mati akibat diracun oleh OTK, Sabtu (08/06/2024).BACAJUGA
https://www.matatelinga.com/Berita-Sumut/ungkap-dugaan-mafia-tanah-di-kecamatan-sibolangitSuyadi kepala lingkungan VII kelurahan Sentang saat ditemui crew Matatelinga.com membenarkan selama kurun waktu satu bulan mulai Mey hingga bulan Juni 2024 hingga tanggal 08 Juni ini tercatat sebanyak 18 ekor hewan ternak lembu milik warga masyarakat lingkungan VII kelurahan Sentang Kisaran Timur Asahan yang sekarat bahkan mati setelah memakan umpan yang di beri dan dibalut racun oleh pelakunya .Umpan pakan yang ditabur para pelaku ini berupa kadang roti yang didalamnya diisi serbuk atau butiran kristal air mas atau racun tikus serta jenis pestisida lainnya, umpan tersebut ditebarkan sepanjang jalan lintasan lembu yang sering dilaluinya, ujarnya.Suryadi juga mengatakan seperti hari Sabtu 08 Juni 2024 sekira pukul 01.00 wib Ahmad (54) warga setempat mengeluarkan hewan ternak tersebut dari kadang menuju tempat angonnya, namun ditengah perjalanan salah satu hewan ternaknya tiba tiba roboh dan hewan tersebut sekarat.Setelah dilakukan pemotongan dan mengeluarkan isi perut lembu tersebut diketahui lembu tersebut terdapat butiran bahan kimia jenis racun tikus dan butiran air mas.[br]Suryadi juga mengatakan lembu warga masyarakat kampung ini sengaja diracun OTK, agar saat lembu tersebut sekarat oleh pemiliknya di jual cepat dengan harga tidak lebih dari Rp.1.500.000,- per ekornya, dan kesempatan tersebut ditampung oleh para agen yang ditengarai sudah menjalin kerja sama dengan penebar racun dimaksud.Kami bersama warga masyarakat sudah membuat pengaduan ke Polsek Kota Kisaran dan beberapa rekaman CCTV juga kami sertakan dan kami serahkan ke polisi, kami berharap pelaku segera dapat di tangkap, pungkasnya (dieks)