MATATELINGA, Rantauprapat : Masyarakat keluhkan, pengurusan pasport beberapa bulan terakhir terpaksa dilakukan di Medan dan Tanjungbalai, menyusul ditutupnya Kantor Imigrasi Unit Layanan Pasport (ULP) Labuhanvatu di Rantauprapat.Kantor Imigrasi ULP Labuhanbatu ini,terletak dijalan Sisingamangaraja, Kelurahan Bakaran Batu, Kecamatan Rantau Selatan, diresmikan pembukaannya pada masaBupati H Pangonal Harahap SE MSi, pada tahun 2018 silam.Bupati H Pangonal Harahap SE MSi kala itu menyebutkan, dibukanya kantor layanan paspor ini, agar masyarakat Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan dan Labuhanbatu Utara, lebih dekat dalam proses pembuatan paspor, khusunya untuk bepergian umroh dan berwisata. Karena masyarakat tidak perlu berangkat ke Medan atau ke Kota Tanjungbalai.[br]"Saya bangga dan sangat bahagia dengan dibukanya Kantor Imigrasi ULP Labuhanbatu ini. Karena dengan dibukanya ULP ini, dapat menjadi alternatif bagi masyarakat Labuhanbatu, agar lebih dekat dalam proses pembuatan paspor," kata Pangonal saat itu dalam pidato peresmian kantor ULP tersebut.Namun sayangnya. Sejak bebetapa bulan lalu, Kantor Imigrasi ULP Labuhsmbatu ini tutup. Tutupnya kantor imigrasi itu, masyarakat pun mengeluh. Karena, untuk mengurus dan pembuatan padpir, masyarakat terpaksa ke Medan atsu Tanjungbalai."Pastinya, dengan adanya kantor tersebut masyarakat Labuhanbatu terbantu, khusunya pergi umroh bagi umat Islam. Kenapa bisa tutup ya ?," tanya Danil, warga Rantauprapat, Kamis (16/6/2024) pada wartawan.Kepala Kantor Imigrasi Tanjungbalai, Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatera Utara, Wawan Anjaryono melalui Kasubsi Infokim Raymika Caniago mengatakan, terkait ditutupnya kantor tersebut menyarankan wartawan, agar bertanya pada pihak Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu."Saat ini masih dilakukan pembahasan, terkait kerjasama operasional ULP di Rantauprapat dengan pihak Pemerontah Kabupate setempat. Katanya, umumnya pengurus paspor digunakan untuk umroh ke tanah suci Mekah dan wisata ke Malaysia," sebut Raymika saat dikonfirmasi melalui Watsappnya.Menurut dia,dengan adanya ULP itu, antusiasme masyarakat Labuhanbatu sangat baik, sehingga imigrasi membuka layanan pendaftaran online dan walkin.[br]"Jadi dalam pengurusan paspor sistem penerbitan dari 1 Januari 2022 sampai 31 Desember 2023, sebanyak 19.079 paspor," jelas Raymika.Dari Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, melalui Kepala Bagian (Kabag) kerja sama, Nita, diperoleh informasi terkait tutupnyan kantor itu. Menurut dia, hal ini disebabkan masih adanya proses perpanjangan dan adanya perbaikan gedung kantor."Jika kontrak kerja sama sudah ditandatangani dan gedung diperbaiki, akan dibuka kembali. Mudah-mudahan bisa terkejar bulan ini," terang Nita saat dikonfirmasi wartawan.Disinggung, berapa pemerintah kabupaten ini, mengeluarkan anggaran seperti sewa ruko, dan lain sebagainya. "Bukan masalah anggaran. Intinya, ada kesepakatan baru dan hal lain yang perlu untuk mendukung kinerja ULP di Labuhanbatu," Nita mengakhiri keterangan saat dikonfirmasi wartawan melalui Watsappnya. (yasmir)