MATATELINGA,Tanjung Balai : Wali Kota Tanjung balai, H.Waris Tholib, memilih untuk tidak menjawab pertanyaan wartawan saat dikonfirmasi terkait dugaan penyimpangan pemberian CSR Bank Sumut untuk yayasan Al Fatwa Ailiyah dan kasus disiplin Ketua PKK Tanjung balai.Waris Tholib, yang ditemui usai paripurna LKPD di gedung DPRD. mengelak lari dari wartawan yang mengajukan pertanyaan."Sama Kominfo saja," kata Waris sembari masuk terburu-buru ke mobil dinasnya. Senin, (24/6)[br]Sebelumnya wartawan sempat mengkonfirmasi waris Tholib terkait kasus tersebut melalui pesan WhatsApp nya, namun konfirmasi yang dilayangkan wartawan tidak dijawab.Sebagai informasi, belakangan ini mencuat dugaan konflik kepentingan dalam pemberian dana CSR Bank Sumut yang telah dialokasikan kepada Yayasan Al Fatwa Al Ailiyah, di mana yayasan tersebut diketuai oleh anak Waris Tholib.Selain itu, Ketua PKK Tanjungbalai, Hj. Fatiah Haitami Waris, diduga melakukan penyalahgunaan wewenang dan merugikan keuangan negara. Dugaan ini muncul karena Fatiah Haitami diduga tidak melaksanakan tugasnya sebagai ASN selama 3 tahun, namun tetap menerima gaji, tunjangan sertifikasi, dan Tunjangan Hari Raya (THR). Kasus ini masih dalam proses pemeriksaan oleh inspektorat.Penolakan Waris Tholib untuk memberikan keterangan terkait kedua persoalan tersebut telah menimbulkan spekulasi atas integritasnya sebagai tokoh inspiratif (Riki)