MATATELINGA, Tanjungbalai: Kemunculan badut cilik yang menjajakan diri di Kota Tanjung Balai semakin marak. Kehadiran mereka seolah di 'Biarkan' oleh pemerintah kota Tanjung balai.Bermodal kostum karakter ala film kartun dan pengeras suara, mereka kerap mencuri perhatian, dengan menjajakan atraksi sederhana seperti bergoyang atau hanya sekedar menyodorkan kotak kosong ke warga dengan berkeliling dipusat keramaian.Lain lagi anak dibawah umur itu, terkesan 'Dipajang' di depan depan mini market untuk mendapat uang dengan belas kasih orang lain
BACA JUGA:Ciptakan Kamtibmas Kondusif, Polres Tanjung Balai Beserta Jajaran Polsek Melaksanakan KRYDFenomena ini menimbulkan keresahan di kalangan warga. Masyarakat mendesak pemerintah kota Tanjung Balai untuk mengambil langkah tegas. Mereka khawatir adanya eksploitasi terhadap anak-anak."Seharusnya tidak boleh dibiarkan terjadi. Di mana hak-hak dasar anak yang seharusnya dapat menikmati masa kecil dengan bermain dan belajar, direnggut karena harus mencari uang," ujar Syarifudin, salah satu warga yang resah dengan fenomena ini. Minggu,( 30/6/2024).
BACA JUGA:Transfomasi Kapal Kargo Ekspor Di Pelabuhan Tanjung Balai AsahanSyarifudin berpendapat bahwa pemerintah harus hadir dalam persoalan ini. Ia menduga munculnya badut cilik ini merupakan dampak dari masyarakat yang termarjinalkan."Pemerintah harus mencari solusi untuk membantu anak-anak ini dan keluarga mereka. Jangan sampai mereka dieksploitasi dan kehilangan masa kecilnya," tegas Syarifudin.Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah kota Tanjung Balai terkait fenomena badut cilik ini. (Riki)