MATATELINGA, Toba : Lamria Siagian (66) salah satu saksi yang melihat jenazah Dollar Hutajulu di RSUD Porsea membuat surat pernyataan.BACAJUGA
https://www.matatelinga.com/Berita-Sumut/kota-medan-kembali-juara-umum-mtq-ke-39-tingkat-provinsi-sumut-2024-di-sipirokMenurut Lamria, dia melihat langsung kondisi tubuh Dollar Hutajulu di ruang jenazah tanpa luka lembam seperti dugaan pihak keluarga Hutajulu, kalau kematian Dollar Hutajulu karena penganiayaan.Melalui surat pernyataan yang dibuat pada Senin, (8/7/2024), Lamria bersedia dipanggil Polisi dan dihadirkan dipersidangan jika diperlukan. Lamria mengatakan jika dia tidak merekayasa atau berbohong tentang apa yang dia lihat.[br]Kasus kematian Dollar Hutajulu kini masih berbuntut panjang walaupun hasil assessment RSUD Porsea menyatakan dia meninggal karena minum racun.Dollar Hutajulu meninggal karena minum racun sesuai assessment Rumah Sakit Umum Daerah Porsea Kabupaten Toba Sumatera Utara. Namun pihak keluarga Hutajulu tidak puas hingga dilakukan autopsi di RS Medan karena menurut keluarga Hutajulu, tubuh Dollar banyak lebam dan ada luka di kepala.Pengacara Jubeleum Panjaitan Dr. Manotar Tampubolon S.H. MH telah melaporkan kasat Reskrim Polres Toba IPTU. Wilson Panjaitan SH dan beberapa penyidik ke Mabes Polri dan ke Kompolnas. Para penyidik diduga bekerja tanpa KUHAP yang mengakibatkan melanggar KUHAP.[br]"Wilson Panjaitan (Kasatreskrim) membawa paksa klien ke Polres Toba yang masih berstatus saksi tanpa surat perintah," ungkap Manotar Tampubolon melalui pesan singkat.Manotar Tampubolon merasa jika prosedur yang dijalankan penyidik tidak sesuai KUHAP.Jubeleum Panjaitan dan Berton Sinaga dituduh melakukan penganiayaan terhadap Dollar Hutajulu hingga beberapa saksi angkat bicara dan bersedia diperiksa penyidik jika diperlukan.