MATATELINGA, Tanjungbalai: Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (P3A-PMK) Kota Tanjungbalai, Hj. Milfa, memilih bungkam saat dikonfirmasi wartawan terkait isu miring yang beredar mengenai praktik 'permainan' perjalanan dinas terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun non-ASN di dinasnya.BACAJUGA
https://www.matatelinga.com/Berita-Sumut/kepala-dinas-p3a-pmk-bungkam-terkait-isu---039-permainan--039--perjalanan-dinasSaat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Hj. Milfa hanya membalas dengan emoji "(maaf)" tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.Isu ini mencuat setelah pegawai di Dinas P3A-PMK Tanjungbalai mengaku tidak pernah dilibatkan dalam perjalanan dinas, namun hanya menanda tangani Pertanggung jawaban perjalanan dinas dan menerima uang secara bervariatif.[br]Sumber juga menduga adanya rekayasa dalam proses pengajuan dan pelaksanaan perjalanan dinas PKK yang dikelola didinas itu." Banyak kegiatan PKK, yang pergi (Perjalanan Dinas) mereka bertiga saja lah, sama PKK ,itu itu saja. Kalau untuk SPPD kami hanya menanda tangani,(Pertanggungjawaban) dan dikasi uang bervariatif dibawah satu juta," kata sumber.Sebelumnya kepala dinas P3A- PMK Hj. Milfa juga enggan menemui awak media yang mencoba mengkonfirmasi terkait besaran Anggaran perjalanan dinas di tahun 2023 dan 2024 yang jauh lebih besar dibandingkan dengan anggaran program yang menyentuh langsung ke masyarakat.Ditahun 2023 anggaran perjalanan dinas P3A- PMK mencapai Rp 1,2 miliar. Sedangkan dalam APBD murni tahun 2024 sebesar Rp 800 juta hal itu tersusun dalam Sistem Informasi Rencana Kerja dan Pengadaan Pemerintah (SIRUP LKPP).[br]Ketua Gabungan aktivis Penyampai Aspirasi Indonesia (Gapai) Alrivai Zuherisa menyayangkan sikap kepala dinas P3A-PMK yang terkesan menghindar dari awak media, sehingga menimbulkan kecurigaan publik terhadap penggunaan anggaran secara efektif dan efisien dinas itu.Gapai, dalam waktu dekat akan melakukan unjuk rasa guna mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut persoalan isu itu."Kamis, kita akan aspirasikan hal ini ke penegak hukum," kata pria yang disapa Aldo tersebut. (Riki)