MATATELINGA, Rantauprapat : Duplikat bambu runcing berbendera merah putih, terpasang dipemakaman pejuang, berlokasi di tanah wakaf pekuburan muslim Paindoan, Kelurahan Rantauprapat, Labuhanbatu Sumatera Utara, digondol orang tak dikenal (OTK)."Saya baru saja ziarah ke pekuburan orang tua saya. Ternyata, duplikat bambu runcing berbebdera merah putih di pekuburan orang tua saya sudah hilang", ucap H Syam Hasri SH, putera dari salah seorang pejuang, HM Hasan Basri, kepada
https://matatelinga.com, Sabtu (3/2) siang.Disebutkannya, duplikat bambu runcing dan bendera merah putih itu, terbuat dari besi. Ditanam ke tanah di pekuburan pejuang.[br]Katanya, duplikatbambu runcing berbendera merah putih dengan tulisan PEJUANG, dipasang Dewan Harian Cabang (DHC) '45 Labuhanbatu, semasa ketua organisasi itu, dijabat almarhum Djalaluddin Pane SH dan H Bahari Hasibuan.Maksud dipasangnya duplikat bambu runcing berbendera merah itu, untuk menandai, kalau di pekuburan tanah wakaf muslim Paindoan, dikuburkan sejumlah pejuang.Dia menambahkan, di pekuburan tanah wakaf muslim Paindoan itu, ada beberapa pejuang yang dimakamkan ditempat ini. Diantaranya, almarhum H Iwan Matsum - manran Bupati Labuhanbatu, alnarhum HM Hasan Basri. "Tidak kurang 7 pejuang dimakamkan disini", pungkas H Syam Hasri SH, sehari-harinya berprofesi sebagai pengacara dan advojkat itu.Dalam kesempatan ini, Syam Hasri menyampaikan keprigatiannya, akibat ulah oknum tidak bertanggungjawab. Sejumlah pemakaman ditempat ini menjadi rusak. Duplikat bambu runcing berbendera plmerahputih pun hilabg.Pelakunya, tambahnya, merukan orang tidak dikenal. Dikhawatirkan, peristiwa serupa, bakal terulang. Bila aparat tidak berani bertindak. (yasmir)