MATATELINGA, Panyabungan : Pelatihan Hidroponik yang dilaksanakan di Kabupaten Mandailing Natal membuat bingung Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa(PMD) kabupaten Mandailing Natal (Madina) saat di konfirmasi awak media , Kepala desa , bahkan camat tidak dapat dikonfirmasi dengan jelas .
Berbagai kejanggalan yang muncul saat pelaksaan kegiatan seperti di kecamatan siabu pelatihan dilaksanakan di gedung Aula Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 siabu, tentunya sangat tidak efisien dalam menampung peserta pelatihan .
Pelatihan hidroponik yang dilaksanakan Oleh kecamatan panyabungan barat dan panyabungan selatan juga menuai kejanggalan yaitu dalam surat penawaran lembaga ICON TRANING CENTER menjadwalkan 2 (dua) hari pelaksanaan kegiatan namun hanya dilaksanakan 1(satu) hari saja .
[br]
Dedi Saputra Selaku ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Trisakti Madina mengatakan "Hidroponik dapat kita artikan sebagai soilless culture atau budidaya tanaman tanpa tanah. Jadi hidropnik berarti budidaya tanaman yang memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media. Dengan memenuhi kebutuhan nutrisi (unsur hara) setiap tanaman dapat tumbuh dengan baik walaupun tidak menggunakan media tanah."
Sistem hidroponik sendiri merupakan cara bercocok tanam tanpa menggunakan tanah, dimana tanah diganti dengan larutan air yang mengandung nutrisi. Selain itu teknik ini juga menggunakan rockwool atau spon sebagai media tanamnya dengan menitikberatkan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi pada tanaman."
Kabupaten Mandailing Natal adalah luas lahan yang sangat luas bahkan tidak terhingga luasnya mungkin Kalau sistem Hidroponik diterapkan di Mandailing Natal adalah kegiatan yang perlu dikaji ulang , Karena budidaya tanaman Hidroponik lebih efektip dan efisien diterapkan di daerah perkotaan yang lahan untuk bercocok tanam sudah sangat minim karena banyaknya pembangunan gedung dan rumah pemukiman warga yang sangat padat ."
Penulis : Magrifatulloh .