Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Tanjungbalai Kian Kumuh, Waris Tholib Dianggap Tak Mampu

Tanjungbalai Kian Kumuh, Waris Tholib Dianggap Tak Mampu

- Jumat, 09 Agustus 2024 17:44 WIB
Matatelinga.com
Pembina Victim-61 Tanjungbalai, Edi Hasibuan
MATATELINGA,Tanjungbalai :Pembina Victim-61 Tanjungbalai, Edi Hasibuan, secara tegas menilai Wali Kota H. Waris Tholib gagal dalam memimpin Kota Tanjungbalai. Kritik pedas ini dilontarkan menyusul kondisi infrastruktur yang memprihatinkan, pelayanan publik yang buruk, dan masalah lingkungan yang semakin parah.

Salah satu poin utama kritik Edi Hasibuan adalah kondisi jalan di Tanjungbalai yang banyak rusak. Jalan-jalan utama diantaranya Jalan Garuda, MT. Haryono, AMD, dan Anwar Idris, HM Nur Ujung disebut dalam kondisi rusak berat, mengancam keselamatan pengguna jalan. Kondisi ini, menurut Edi, telah berlangsung sejak tahun 2020 dan belum ada perbaikan signifikan.

"Banyaknya infrastruktur jalan yang rusak membuktikan Wali Kota H.Waris Tholib gagal mewujudkan pembangunan dan pemenuhan fasilitas umum," ujar Edi Hasibuan, Kamis (9/8).

[br]

Selain infrastruktur, Edi juga menyoroti penurunan akreditasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) DR Tengku Mansyur. Penurunan ini, kata dia, menunjukkan buruknya pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut.

Masalah kebersihan dan pengelolaan sampah juga menjadi sorotan. Edi menyebut Kota Tanjungbalai semakin kumuh dengan banyaknya tumpukan sampah dan pedagang kaki lima yang semrawut.

"Sejak dipimpin Waris, wajah kota kian kumuh. Dimana-mana terlihat tumpukan sampah beraroma busuk. Tidak ada yang bisa dibanggakan, tegasnya Waris Tholib telah gagal dan tidak pantas untuk dua periode," Kata Edi Hasibuan.

Terkait sejumlah penghargaan yang diraih Pemerintah Kota Tanjungbalai, Edi menilai penghargaan tersebut tidak relevan dengan kondisi masyarakat yang sebenarnya. Penghargaan seperti penurunan prevalensi stunting, predikat Kota Peduli HAM, dan predikat WTP, menurutnya, tidak menyentuh langsung pada kebutuhan dasar masyarakat, seperti infrastruktur jalan yang layak dan pelayanan publik yang baik.

"Piagam penghargaan itu tidak ada artinya jika fasilitas umum yang menyentuh langsung masyarakat tidak terpenuhi. Penghargaan tersebut sifatnya terbatas dan sama sekali tidak menyentuh masyarakat secara langsung, saya nilai itu bukan tolak ukur keberhasilan Waris sebagai Wali Kota," kata Edi mengakhiri (Riki)

Editor
: Putra

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?

Berita Sumut

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU

Berita Sumut

Wartawan Matatelinga.com Raih Penghargaan PMI Labuhanbatu

Berita Sumut

28 Tahun Tak Diakui, Ahli Waris Umar Hamzah Gugat Yayasan APIPSU

Berita Sumut

Desa Percut Jadi Percontohan Penanganan Kawasan Kumuh

Berita Sumut

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut