MATATELINGA,Tanjungbalai : Keluarga NN, seorang warga Tanjungbalai yang sedang menjalani pembinaan di UPTD Parawangsa Brastagi, mendesak pihak dinas sosial Tapanuli Utara untuk memberikan perhatian khusus pada kondisi kesehatan adiknya. Berdasarkan rekomendasi medis, NN membutuhkan perawatan intensif, namun hingga saat ini belum diizinkan keluar dari tempat pembinaan tersebut.Elviani, kakak NN, merasa kecewa dengan perbedaan perlakuan yang dialami adiknya. Ia berharap Kadis Sosial Kabupaten Tapanuli Utara dapat meninjau kembali keputusannya dan memberikan izin kepada NN untuk menjalani perawatan medis."Kami mohon agar adik saya diberikan kesempatan untuk sembuh. Kondisi kesehatannya sangat memprihatinkan," ujar Elviani.Jumat (9/8). Di Tanjungbalai.[br]Elviani merasa diperlakukan tidak adil. Mereka mempertanyakan mengapa adiknya, yang juga dalam kondisi sakit berdasarkan rekomendasi medis, tidak diizinkan keluar dari tempat pembinaan seperti halnya LDL, seorang wanita yang juga terjaring razia bersama NN.Menurut informasi yang ia terima, LDL diizinkan keluar karena sakit dan akan dibawa berobat oleh keluarganya atas rekomendasi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Utara. Padahal, kondisi kesehatan NN juga memerlukan perawatan intensif."Adik saya dan LDL sama-sama sakit, tetapi hanya LDL yang diizinkan keluar. Kami meminta agar Kadis Sosial berlaku adil terhadap semua penghuni UPTD Parawangsa," ujar Elviani.[br]Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Utara, Denny Simamora, membantah telah memberikan rekomendasi khusus untuk LDL. Ia menjelaskan bahwa LDL dibebaskan karena tidak terbukti bekerja sebagai waitress, melainkan sebagai kasir di sebuah kafe."Saya tidak pernah memberikan rekomendasi khusus untuk LDL karena alasan sakit. Dilepaskannya kembali LDL tersebut karena tidak terbukti sebagai waitress, dia kasir di cafe tersebut " kata Denny Simamora melalui pesan Whatsapp nya kepada wartawan. (Riki)