MATATELINGA, Toba :Penyidik Satreskrim Polres Toba memeriksa 12 orang saksi terkait meninggalnya Wesly Sitorus yang merupakan mantan anggota DPRD Kabupaten Toba..
BACAJUGA
https://www.matatelinga.com/Lifestyle/rutan-tarutung-gelar-kegiatan--quot-bangga-pakai-produk-hasil-karya-warga-binaan-quot-
Sudah dua minggu semenjak penemuan jenazah oleh Saibun Butarbutar, Polisi terus bekerja dengan memeriksa sakit-saksi mulai dari istri, anak, teman minum di warung hingga teman almarhum terakhir.
Bahkan Polres Toba sudah melakukan pemeriksaan terhadap telepon seluler almarhum di Poldasu, untuk mengetahui kepada siapa dia melakukan komunikasi baik melalui WhatsApp, SMS atau telepon yang mengarah ke dugaan pembunuhan.
Menurut Kanit Pidum Polres Toba Ipda Zulkifli mengatakan, hingga saat ini dugaan pembunuhan WS dalam pendidikan dan diminta kepada masyarakat untuk tidak membuat opini-opini yang menyesatkan atau tidak berdasar.
[br]
"Sejumlah 12 orang saksi telah kita minta keterangannya mulai dari teman beliau baik teman minum sebelum kematian, orang yang melihat pertama kali mayat, yang mengantar ke rumah sakit umum daerah Porsea, maupun temannya seminggu sebelum meninggal serta keluarga korban juga telah kita minta keterangan," terang IPDA Zulkifli. Jumat, (16/8/2024).
Menurutnya, sampai saat ini tahapan yang dilakukan masih sebatas meminta keterangan saksi-saksi sambil menunggu keluarnya hasil otopsi dari Polda Sumut.
"Disini penyidik harus lebih berhati-hati dan teliti untuk mengungkap kasus ini, terlebih sudah menjadi konsumsi publik dan atensi dari pimpinan, sehingga penyebab kematian WS menjadi terang benderang," ungkap IPDA Zulkifli.
IPDA Zulkifli juga menghimbau masyarakat agar bersabar menunggu hasilnya serta membantu pihak kepolisian dalam memberikan informasi yang bisa menjadi petunjuk awal untuk mempercepat pengungkapan kasus penyebab kematian WS dan jangan menggiring opini terhadap kasus kematian tersebut.