MATATELINGA, Toba : Ketua Pengabdian Masyarakat, Jenny Marlindawani Purba, S.Kp,MNS,Ph. bersama anggota tim dan mahasiswa USU telah memulai kegiatan Pengabdian Masyarakat ke Desa Meat Kecamatan Tampahan Kabupaten Toba Sumatera Utara. Desa Meat terkenal dengan alamnya yang indah karena berada di pinggiran Danau Toba.BACAJUGA
https://www.matatelinga.com/Berita-Sumut/pj-gubernur-agus-fatoni---persiapan-pon-xxi-selesai-tepat-waktuKegiatan ini telah dilaksanakan sejak Mei hingga Oktober 2024 nanti, dengan mitra sasaran remaja, dewasa dan lansia.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membantu masyarakat dan perangkat desa untuk mewujudkan Desa Meat sebagai Desa Wisata Sehat Jiwa dan diharapkan dapat diikuti oleh desa-desa lain di Kabupaten Toba.Masyarakat termasuk remaja diharapkan bisa melestarikan budaya Batak, mampu berkomunikasi dengan baik kepada para turis, baik turis lokal, domestik maupun dari mancanegara. Selain itu, masyarakat juga diminta menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak membuang sampah ke Danau Toba serta tidak menjemur pakaian disembarang tempat.[br]Jenny Marlindawani Purba, S.Kp,MNS,Ph, bersama anggota tim seperti Dra. Josetta Maria Remila Tuapattinaja, M.Si, Cholina Trisa Siregar, Ns, M.Kep, Sp.KMB, Ir. Ronald Leonardo Siregar, ST, MT telah melakukan deteksi dini kesehatan jiwa pada remaja, edukasi cara meningkatkan kesehatan jiwa dan mengelola stres serta mencegah bullying.Dalam setiap kegiatan tersebut, setiap remaja diberi kesempatan untuk memberikan pertanyaan terkait dengan kesehatan jiwa."Metode yang kami gunakan banyak. Metode seperti ceramah, diskusi, tanya jawab dan simulasi. Semua bertujuan agar masyarakat bisa paham dengan tujuan kegiatan ini, " terang Jenny Marlindawani Purba, S.Kp,MNS,Ph di Balige, Senin, (19/8/2024)Remaja juga diminta untuk tetap melestarikan budaya Batak dengan berlatih tor-tor Batak secara rutin sehingga mencegah remaja menggunakan gadget yang berlebihan.Hasil evaluasi, semua remaja yang berpartisipasi dalam kegiatan awal merasa puas dan berpartisipasi aktif untuk dalam kegiatan simulasi serta diskusi kelompok. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dihadiri oleh 60 remaja SMP dan SMA, serta dihadiri oleh perwakilan masyarakat, orang tua, perangkat desa dan perwakilan Inalum serta beberapa turis domestik yang datang dari Jakarta.Selain itu, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat juga melatih para kaum ibu pengrajin ulos untuk dapat berpikir positif, mampu mengelola stres dan mengatur posisi ergonomis saat bertenun sehingga mereka dapat dengan sabar, teliti serta krestif menghasilkan ulos yang bagus yang dapat dijadikan sebagai sumber pencaharian bagi keluarga.Kegiatan ini akan terus dilakukan hingga Oktober nanti dan diharapkan bisa mengedukasi masyarakat agar lebih maju.