Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Dua Bocah Lumpuh di Asahan Butuh Uluran Tangan Dermawan
Dua Bocah Lumpuh

Dua Bocah Lumpuh di Asahan Butuh Uluran Tangan Dermawan

Admin - Kamis, 30 Oktober 2014 16:49 WIB
matatelinga.com
Dua Bocah Ngalami Lumpuh
Matatelinga - Kisaran, Malang nian nasib yang dialami Penisah Bila Putri (10) penderita lumpuh layu dan adiknya Mutia Zahra (3) penderita gangguan mental. Anak dari pasangan Ponisan dan Susanti di Dusun III Desa Pulau Rakyat Tua, Kecamatan Pulau Rakyat kini hanya bisa terbaring lemas di tempat tidur. Kedua bocah keluarga miskin itu butuh biaya untuk pengobatan dan bantuan kursi roda.Ibunda kedua bocah tersebut, Susanti yang ditemui, kamis (30/10/2014) menuturkan, awalnya Penisah terlahir normal, tetapi ketika berusia 4 tahun ia diserang penyakit demam/panas. Upaya penyembuhan semasa kecil sudah dilakukan melalui orang pintar maupun medis, tetapi tidak membuahkan hasil kesembuhan. Tidak ada yang bisa dilakukan Penisah kecuali hanya tidur dan bisa duduk serta menangis bila merasa lapar dan ada dirasakannya sakit."Kondisi anak saya makin lama makin memprihatinkan, sementara untuk memenuhi kebutuhan hidup saja sudah sulit, tubuhnya semangkin kurus dan kedua pergelangan tangan dan kakinya bengkok tidak berfungsi,"ujarnya sambil menitikkan air mata melihat kondisi putrinya tersebut.Dijelaskannya, mereka tak mampu lagi membiayai perobatan kedua anaknya itu. Jangankan untuk membawa berobat kedua buah hatinya, untuk makan sehari-hari saja pasangan suami istri ini harus bersusah payah. Maklum kedua orang tua Penisah dan Zahra adalah seorang pengumpul barang bekas."Penisah punya kebiasaan memasukkan tangan kedalam mulut hingga jemari tangannya tampak putih. Ia juga suka memakan apa saja yang berada disekitarnya, entah itu batu, bahkan kotoran binatang maupun kotoran manusia. Ternyata kebiasaan itu menurun kepada adiknya bernama Mutia Zahra," terangnya.Sementara adik Penisah, Multia Zahra juga awalnya terlahir normal, tapi menjelang usia 1,5 tahun kebiasaannya menaruh tangan ke belakang, tapi lama-lama terbiasa memasukkan tangan ke dalam mulut seperti kakaknya Penisah. Masih beruntung Mutia bisa berjalan, tapi kondisi fisiknya lemah dan punya kelainan mental. Selain jalan sempoyongan anak ketiga dari tiga bersaudara itu tidak dapat berbicara dan berkomunikasi dengan baik, tapi bila menagis punya kelebihan hingga berjam-jam lamanya."Kami hanya bisa pasrah melihat cobaan ini, dan Allah pasti memberikan jalan yang terbaik bagi kami," ujar Ponisan, ayah kedua bocah malang itu. (Mt/Ari dermawan)


Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Atasi Kemiskinan, Sergai Lakukan Inovasi dan Lompatan Berbagai Program Efisien

Berita Sumut

Kepala Bakamla RI Hadiri Pembahasan Tindak Lanjut Illegal Fishing Zona Timur

Berita Sumut

Bupati Soekirman Ajak Peserta Tingkatkan Keterampilan Untuk Menambah Penghasilan Keluarga

Berita Sumut

Bupati Soekirman Himbau ASN Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

Berita Sumut

Pengunjung dan Pasien RS Royal Prima Berhamburan Keluar

Berita Sumut

Dibanderol, Harga Emas Naik Rp599 Ribu/Gram