MATATELINGA, Tapteng: DPP PDI Perjuangan memecat Horas Hutagalung sebagai ketua dan Ronal Pakpahan dari sekretaris DPC PDI Perjuangan Tapanuli Tengah (Tapteng).Keduanya dipecat berdasarkan surat keputusan DPP PDI Perjuangan Nomor: 1589/KPTS/DPP/IX/2024 tentang penunjukan dan penetapan pelaksana tugas ketua dan sekretaris DPC PDIP Tapteng masa bakti 2019-2024 .BACAJUGA
https://www.matatelinga.com/Berita-Sumut/semi-final-futsal-pon-xxi--polda-sumut--semangat-sportivitas-dan-fair-play-tetap-terjagaSebagai pengganti, Sarma Hutajulu jadi Pelaksana Tugas (Plt) ketua dan Disman Sihombing sebagai Plt Sekretaris DPC PDI Perjuangan Tapteng.[br]"Saya diitunjuk jadi Plt ketua dan Disman Sihombing sebagai Plt sekretaris. Sudah jelas siapa pengurus PDIP di Tapteng, bukan pihak lain mengklaim mereka pengurus. PDIP punya mekanisme organisasi," kata Sarma baru-baru ini.Selain itu, Sarma juga wakil ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara minta bukan kader untuk tidak mencampuri urusan internal partai, terutama soal usungan di Pilkada serentak 2024."Kalau ada orang lain mengurusi internal PDIP, maka kami juga heran. Silakan urus rumah tangga masing-masing. Jangan mengurusi rumah tangga orang, apalagi mengklaim, si A atau si B adalah bagian dari kami, jangan," pintanya."Saya tidak mungkin diterima KPU, kalau legalitas saya diragukan. Di Silon sangat jelas, sehingga mereka mau terima kami saat mendaftarkan Masinton-Mahmud," ujar Sarma.Soal usungan pasangan bakal calon (balon) Bupati Tapteng 2024, Sarma juga menegaskan PDI Perjuangan hanya resmi mengusung pasangan Masinton Pasaribu-Mahmud Efendi Lubis."Sesuai dengan surat keputusan DPP PDIP nomor: 1586/KPTS/DPP/IX/2024, tentang persetujuan bakal pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Tapteng," jelasnya."Sekaligus mencabut surat keputusan DPP nomor:1159/KPTS/DPP/VIII/2024 tertanggal 22 Agustus 2024. PDIP sudah tak lagi mendukung pasangan Kiyedi Pasaribu-Darwin Sitompul akronim Kedan," tegas Sarma.Terakhir, Sarma mengajak semua pihak menjunjung tinggi proses demokrasi di Tapteng dengan politik santun. PDI Perjuangan bukan partai abal-abal. Semua ada mekanisme. (Muafdan)