MATATELINGA, Asahan.:Aksi arogan oknum pegawai Tol Kisaran yang melarang salah satu jurnalis dari salah satu media online saat terjadi aksi unjuk rasa yang dilakukan warga dari empat kecamatan di Asahan di depan atau persimpangan pintu masuk exit Tool Kisaran, Kamis (12/09/2024).Wartawan media online "MATATELINGA.Com" saat melakukan tugas jurnalistik pada kejadian aksi unjuk rasa empat kecamatan yang ada di Asahan diantaranya dari kecamatan Pulo Bandring, Seria Janji, Tinggi Raja dan Buntu Pane di desa Gedangan yang berlanjut ke depan pintu masuk Exit Tol Kisaran, mendapat halangan dari oknum pegawai Tool Kisaran pada hari Kamis 12 September 2024 sekira pukul 14.45 wib.[br]Wartawan MATATELINGA.Com dihalangi saat pengambilan gambar aksi kejadian aksi unjuk rasa di jalan lintas Bandar Pasir Mandoge tepatnya depan pintu masuk exit Tol Kisaran, larangan tersebut dengan alasan yang tidak jelas.Petugas Tol Kisaran tersebut akhirnya dapat diketahui memiliki jabatan manager Tol Kisaran, oknum tersebut saat melarang liputan gambar aksi dengan perkataan " Jangan Ambil foto maupun vidio diareal Tol" dan perkataan tersebut disampaikan berulang kali serta oknum tersebut juga tidak menjelaskan alasannya hanya oknum tersebut mengatakan " Sudah kukatan tidak boleh ya tidak boleh"Padahal fasilitas tersebut merupakan fasilitas umum, dan lagi saat itu ada kejadian aksi unjuk rasa masyarakat yang memprotes pembangunan jalan Tol saat itu yang mengakibatkan ruas jalan Provinsi di desa Gedangan rusak.Aksi arogan oknum pegawai Tol Kisaran sungguh tidak terpuji, kami para wartawan juga memiliki etika dalam menjalankan tugas liputan , bukan dengan cara kasat seperti itu dalam melarang kami dalam menjalankan tugas jurnalistik (dieks)