MATATELINGA, Tapteng: Pemandangan tak etis dipertontonkan oleh komisioner KPU Tapanuli Tengah (Tapteng) dimulai sejak tahapan pendaftaran pasangan bakal calon (balon) di Pilkada 2024.
Salah satu perilaku tak etis komisioner KPU dapat dilihat pada saat pendaftaran Masinton Pasaribu-Mahmud Lubis. KPU dituding berbuat diskriminasi pelayanan.
Meski tak mendapatkan perlakuan adil, Masinton-Mahmud terlihat legowo dan santai menanggapi sikap juga tindakan oknum penyelenggara pemilu Tapteng.
Beberapa fakta diskriminasi pelayanan dialami Masinton-Mahmud sejak masa pendaftaran hingga jelang penetapan pasangan calon (Paslon) Bupati pada 22 September 2024;
[br]
Untuk menjawab alasan semua dugaan diskriminasi pelayanan terhadap balon Masinton-Mahmud, MATATELINGA.com mencoba mengklarifikasi melalui pesan singkat Whatshap ke masing-masing komisioner dan sekretaris KPU.
Sekitar 18 jam mulai Selasa, (17/9/2024) pukul 17.53 WIB hingga Rabu, (18/9/2024) pukul 12.00 WIB, pesan singkat telah dikirim namun empat komisioner dan sekretaris KPU, memilih untuk 'bungkam'.
Komisioner yang diminta klarifikasi yakni Fahri Rambe, Helman Tambunan, Wahid Pasaribu, Putra Hutagalung, sekretaris KPU Tapteng, Juliana Hutasuhut. "Coba konfirmasi dengan bang Helman bang selaku divisi teknis bang," jawaban pesan singkat Fahri Rambe, komisioner KPU Tapteng, Selasa (17/9/2024) kemarin.
Informasi dihimpun MATATELINGA.com di sekitar kantor KPU Tapteng menyebut komisioner dan sekretaris KPU sedang menjalankan tugas diluar daerah.
Komisioner Helman Tambunan dan sekretaris Juliana Hutasuhut dikabarkan sedang mendampingi pemeriksaan kesehatan Masinton-Mahmud di RSUP Adam Malik Kota Medan.
Sementara empat komisioner KPU lain yakni Wahid Pasaribu, Fahri Rambe, Putra Hutagalung dan Haris Nasution dikabarkan sedang berada di Jakarta, untuk melakukan tahapan verifikasi ijazah balon Bupati 2024. (Muafdan)