MATATELINGA, Medan : Malangmenimpa pasangan suami istri Syahfidan Hutagalung (50) dan istrinya Mawarni Koto ( 48 ) warga Jalan Bersama Ujung, Kelurahan Tembung, Kecamatan Medan Tembung yang berprofesi sebagai pedagang sate, berniat untuk menyebarkan undangan pernikahan putri pertamanya malah jadi korban pencurian sepeda motornya.
BACAJUGA
https://www.matatelinga.com/Berita-Sumut/ratusan-jamaah-hadiri-tausiyah-bunda-ronny-siregar-di-masjid-jami--039--belawan
Menurut korban saat diwawancarai dirumahnya ( 30 /9) mengatakan bahwa kejadian tersebut terjadi di Jalan Tangguk Bongkar 10, Gang Sepakat, Kelurahan Medan Are, Tegal Sari Mandala.
" Kejadiannya , awalnya kan rencananya hari Minggu depan mau menikahkan anak perempuan saya yang pertama, jadi kami menyebarkan undangan lah kemana-mana. Jadi semalam sudah dari siang udah keliling kota Medan lah untuk menyebarkan undangan, ke Karakatau, Brayan, Marelan, pokoknya udah kemana-mana lha. Terakhir sampai kami di Jalan Bromo, ada kakak saya, karena udah malam , pas mau pulang , masuk dari Bromo, masuk Perjuangan trus masuk Denai, Dari Jalan Denai tembus masuk Gang Sepakat, yang klo trus masuk Jalan Tangguk Bongkar 10, rencananya singgah dulu ke rumah adek saya ini di Mandala . Jadi diujung Gang Sepakat itu Jalan kan sangat jelek, agak menanjak, jadi saya gugup karena mau belok , terjatuh lah kami, yang pertama kali jatuh istri saya Ke dalam parit sedalam 1 meter lebih," ucap Syahfidan Hutagalung.
[br]
Kata korban lagi, setelah mereka jatuh kedalam parit, sepeda motor Honda Beat BK 2024 AHV miliknya pun turut terjatuh tak jauh dari parit juga.
" Pass kami jatuh itu lah ada 3 orang pemuda yang saat itu lagi duduk-duduk di sekitar, ya namanya lihat orang jatuh, mungkin niatnya mau nolong, itulah ditolonginya kami naek dari parit. Tapi tiba-tiba salah seorang dari 3 pemuda itu langsung membawa lari sepeda motor kami," ucap korban sambil menangis meratapi nasibnya.
Korban pun, mengaku bingung karena tidak memiliki sepeda motor lagi untuk mengantarkan undangan pernikahan putrinya.
" Saya udah buat laporan ke Polsek Medan Area nomor laporanya LP/IV/750/ IX/SPKT Polsek Medan Area/ Retabes Medan, mudahan pihak kepolisian bisalah mengungkap kasus ini," ucapnya.
Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Iptu P. Tambunan saat dikonfirmasi wartawan mengatakan bahwa kasus ini sedang dalam penyelidikan.
" Laporan korban sudah kami terima, lagi kami lakukan penyekidikan," pungkas Kakit Reskrim Polsek Medan Area.