MATATELINGA,Tanjungbalai: Mahmudin alias Kacak, aktivis yang kerap mengkritik kebijakan Pemerintah Kota Tanjungbalai, melaporkan tindakan ancaman pembunuhan yang diterimanya ke Polres Tanjungbalai, Kamis (3/10) sore.Dalam laporannya, Kacak menceritakan bahwa pada Selasa (1/10), saat berada di Kedai Kopi Jalan Gaharu, seorang pria yang tidak dikenalnya, bersama dengan seorang, langsung menghampirinya dan menanyakan identitasnya. Pelaku kemudian melontarkan ancaman fisik yang cukup serius."Pelaku bilang, ‘Poning aku tingkah kau ini, aku jangan diganggu cari makan ku, aku kalau sudah begini menobas mau, mencucuk pun aku mau’,"ujar kacak menirukan ucapan pelaku.[br]Pelaku bahkan sempat menunjukkan foto dirinya bersama Wali Kota Tanjungbalai, H. Waris Tholib yang diunggah oleh akun fake, bahwakan setelah kejadian tersebut, ia mendapat kabar dari seorang yang menyampaikan pesan dari terlapor agar ia menghentikan kegiatan kritiknya."Saya merasa ini adalah bentuk intimidasi yang sangat serius. Mereka mengancam saya dengan kejadian-kejadian seperti penyiraman air keras, pemartilan, dan pembakaran," ujarnya.Senada dengan Kacak, Faisal Rame juga mengaku menjadi target pencarian setelah insiden tersebut.mereka menduga ancaman ini terkait dengan aktivitas mereka mengkritik pemerintah, terutama menjelang Pilkada 2024.[br]"Beberapa anggota tempat yang saya kelola menyampaikan informasi bahwa sejak hari Selasa sore hingga Kamis siang ada dua orang yang mencari-cari saya. Kami khawatir ini adalah upaya untuk mengintimidasi kami agar berhenti bersuara," kata Faisal.Kuasa hukum kedua korban, Ahmad Fauzi Hasibuan, mendesak pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus ini. "Kami meminta perlindungan hukum dan berharap kasus ini dapat menjadi perhatian serius," ujarnya. (Riki)