MATATELINGA, Rantauprapat:Diduga menggelapkan satu unit mobil Daihatsu BK 1890 UO, Amri Syahputra, warga Jalan Kampung Baru, Kelurahan Kartini, Kecamatan Rantau Utara, mengadukan ERD, ke Seksi Profesu dan Pengamanan (Propam) Polres Labuhanbatu, Sunatera Utara.Pengaduan itu, tertuang dalam Laporan Polisi, bernomor : LB/B/1486/XI/2024/POLRES LABUHANBATU/POLDA SUMATERA UTARA, tanggal 12 November 2024.Kepada media online
https://matatelinga.com, Selasa (19/11/2024) pagi menyampaikan, ERD dia ketahui sehari-harinya berprofesi sebagai bintara kepolisian.dan bertugas di Polsek Aeknatas.[br]Adapun kronologi kejadiannya, menurut Amri, Rabu (25/9/2024)), sekira pukul 14.00 WIB, saat korban berada di rumah, menerima telepon dari Suheri Piliang."Ketika itu, saya menerima tawaran dari Suheri Piliang, untuk mengontrakkan mobil tersebut, unhtuk digunakan sebagai kenderaan Pilkada dan Pilgubsu di wilayah Labuhanvatu Utara", kata Amri Syahputra menjelaskan.Kemudian lanjutnya, Suheri Piliang meyakinkan dirinya, kalau yang akan mengontrak mobil tersebut, ERD seorang oknum anggota kepolisian, bertugas di Polsek Aeknatas.Katanya, dia menyampaikan kepada Suheri Piliang, kontrak untuk penggunaan satu unit mobil selama satu bulan, sebesar Rp 5.000.000 (lima juta rupiah). Dengan penanggungjawab ERD.Setelah itu, Minggu (29/9/2024) sekira pukul 13.30 WIB, disebuah warung di Jalan Kapten Zubit Lingkunfan III, Kelurahan Aekkanopan, Kecamatan Kualuh Hulu, Labuhanvatu Utara, menurut Amri Siregar, dirinya menemui aksi Suheri Piluang dan terlapor ERD, untuk menyerahkan mobil, serta menandatangani surat perjanjian kontrak.[br]"Setelah berlalu satu bulan, mobil yang saya kontrakkan itu, tidak dikembalikan. Bahkan, hingga saat saya mengadu ke Polres Labuhanbatu, tidak diketahui dimana berada mobil itu", imbuhnya.Atas kejadian itulah kata Amri Syahputra, dia melaporkan ERD ke Polres Labuhanbatu, dengan harapan dugaan penggelapan ini, dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.Diakhir keterangannya, Amri Syahputra menyampaikan, mobil yang dia kontrakkan itu, hingga kini masih berstatus kredit dari salah satu Bank di Rantauprapat. Selain itu tambahnya, mobil tersebut merupakan satu-satunya aset yang digunakannya untuk mencari nafkah, memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari bersama keluarga. (yasmir)