MATATELINGA, Toba. : Calon wakil bupati Kabupaten Toba Drs. Audi Murphy Sitorus S.H. kecewa karena hari KORPRI di Kabupaten Toba Sumatera Utara tidak dirayakan seperti biasa setiap tahun.Kekecewaan Audi Murphy Sitorus terlihat di akun media sosialnya karena pemerintah Kabupaten Toba tidak merayakan hari KORPRI ke 53.Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI), dibentuk dengan Keppres No. 82 Tahun 1971, tanggal 29 Nopember 1971, sebagai wadah tunggal organisasi kedinasan PNS/ASN.Pembentukan KORPRI ditujukan untuk ikut memelihara serta memantapkan stabilitas politik dan sosial yang dinamis dalam negara. Menjaga netralitas, solidaritas dan soliditas anggota, sebagaimana tercantum dalam Pasal 14, AD KORPRI.[br]Sebagai wadah tunggal organisasi kedinasan, KORPRI memiliki janji, yang dikenal dengan Panca Prasetya KORPRI yaitu:1. Setia dan taat kepada Negara Kesatuan dan Pemerintah RI, yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.2. Menjunjung tinggi kehormatan bangsa dan negara, serta memegang teguh, rahasia jabatan dan rahasia negara.3. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat diatas kepentingan pribadi dan golongan.4. Memelihara persatuan dan kesatuan bangsa serta kesetiakawanan KORPRI.5. Menegakkan kejujuran, keadilan dan disiplin serta meningkatkan kesejahteraan dan profesionalisme.Pada tahun ini KORPRI memasuki usia yang ke 53, dan pada HUT tahun ini, ditetapkan tema "KORPRI UNTUK INDONESIA", yang bermakna bahwa ASN sebagai anggota KORPRI hadir demi memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa."Dalam ulang tahun ke 53 ini, hendaknya ASN mencermati apa yang termaktub dalam Panca Prasetya KORPRI dan Pasal 14 Anggaran Dasar KORPRI yaitu menjaga netralitas, solidaritas dan soliditas anggota," terang Audi Murphy Sitorus lewat telpon Sabtu, (30/11/2024).Menurutnya, sebagian besar anggota KORPRI kurang memaknai arti yang termaktub dalam Panca Prasetya KORPRI dan AD KORPRI, yang dengan sadar atau tidak, melenceng dari sifat netral seorang anggota KORPRI yang juga seorang ASN.Pantauan masyarakat dan awak media, pilkada baru usai, banyak anggota KORPRI yang mempertontonkan sifat tidak netral dihadapan masyarakat, khususnya di Kabupaten Toba."Saya sebagai orang yang pernah memimpin organisasi KORPRI selama 10 tahun di Kabupaten Toba Samosir/Toba, miris melihat keadaan tersebut," ungkapnya seperti di akun media sosialnya.Dia berharap, ASN agar mengerti dan memahami aturan dan semakin baik kedepannya."Semoga tindakan itu tidak mencoreng nama baik organisasi dan juga kariermu," terangnya mengakhiri percakapan dengan awak media Matatelinga.comDirgahayu ke -53 KORPRI 29 Nopember 2024.