Matatelinga - Medan, Medan merupakan kota multikultural. Oleh karenanya harmonisasi kehidupan beragama menjadi bagian sangat penting dalam kemajuan pembangunan kota, sebab dimensi keagamaan berperan penting dalam rangka menciptakan toleransi sebagai modal sosial dalam membangun Kota Medan.Demikian disampaikan Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi ketika menghadiri Perayaan Depavali 5116 Kaliyuga di Jalan Teuku Cik Ditiro, persis depan kantor Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Sabtu malam (8/11/2014)."Saya yakin dengan kebhinekaan yang kita miliki akan menjadi modal dasar yang begitu berharga bagi kita semua dalam membangun kota ini. Untuk itu melalui perayaan Depavali ini, saya harapkan kita semua dapat lebih memabngun persaudaraan, kebersamaan dan menjadi pemersatu sumber daya pembangunan,” kata Wali Kota.Menjaga kondisi damai kata Wali Kota, tentunya tidak mudah. Hal itu dapat diwujudkan dengan sikap saling peduli, tenggang rasa, dan saling menghormati antar sesame warga kota. Dengan sikap seperti itu diyakininya sangat sulit bagi pihak manapun untuk mengusik kenyamanan Kota Medan. Di sampinmg itu akan mampu mewujudkan kota dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.Untuk itulah Wali Kota mengajak semua, khususnya umat hindu dan seluruh warga Kota Medan supaya tetap menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan kesatuan serta hidup bersama dengan damai. “Saya percaya melalui kebersamaan kita dalam perayaan Depavali mala mini, kita semua khususnya saudara0saudara saya umat hindu dapat meningkatkan kualitas keimanan dan menjadi titik renungan," ungkapnya.Selain itu kata mantan Sekda Kota Medan ini lagi, jadikan perayaan Depavali ini sebagai spirit besar untuk memperbaiki diri dan selanjutnya secara bersama-sama bergandengan tangan antara pemerintah kota dengan pemuka agama, tokoh adat dan seluruh masyarakat untuk terus memelihara kedamaian.Selanjutnya Wali Kota mengingatkan, sebentar lagi memasuki tahun 2015, tentunya tahun baru akan memberikan banyak harapan sekaligus tantangan. Karena itu Wali kota kembali mengajak untuk mengaktualkan berbagai peluang dan kesempatan yang dimiliki agar bersama –sama meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di sampingitu mengubah tantangan menjdi potensi dan mengatasinya secara bersama-sama."Saya yakin bila kita selalu bersama-sama, kita bisa mengatasi tantangan lebih mudah untuk menghasilkan kebaikan-kebaikan bersama sebagaimana makna yang diajarkan melalui perayaan Depavali ini," paparnya.Kepada seluruh warga Kota medan, khususnya umat Hindu, Wali kota mengajak untuk terus menjaga keharmonisan dan hidup berdampingan tanpa melihat segala perbedaan diantara kelompok-kelopok masyarakat. Sebab, Kota medan saat ini dalam kondisi yang aman dan kondusif serta hidup dengan damai.Perayaan Depavali ini turut dihadiri unsure Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Medan Medan, sejumlah pimpinan SKPD Kota Medan, Wakil ketua DPRD Medan Iswanda Nanda Ramli, Ketua pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Medan S. Siwaji Raja ST, Pembimas Hindu Sumut Anton Kuil Sembiring, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta umat hindu.Dalam perayaan Depavali ini, panitia menyerahkan bantuan 30 ton sampah kepada Wali Kota sebagai tanda umat Hindu Kota Medan mendukung pembangunan di kota Medan, terutama dalam menciptakan kebersihan. Di samping itu sebagai bentuk penghormatan kepada Wali Kota, panitia juga menyelimpangkan pomade (ulos khas India) dan memakaikan topi.(Mt)