MATATELINGA, Toba: Organisasi Generasi Muda Narasaon Sedunia (GMNS) dan Parsadaan Sitorus dohot Boruna (Parsibona) Kabupaten Toba mendatangi Polres Toba Kamis, (12/12/2024) di Porsea, untuk mendesak penyelesaian kasus yang menimpa Sofian Sitorus yang merupakan anggota Parsibona beberapa waktu lalu.Anggota Parsibona Sofian Sitorus mengalami dugaan penculikan oleh orang yang tidak dikenal saat mengantar anaknya sekolah sekitar pukul 07.30 di Balige pada 5 Desember 2024 dan dikembalikan lagi oleh penculik sekitar sore ketempat semula.Sofyan Sitorus usai menjalani perawatan dua hari di rumah sakit, membuat laporan ke polisi Polres Toba, karena sudah trauma dan diduga mengalami kekerasan saat penculikan terjadi terhadap dirinya.
BACA JUGA:Rakornas Perencanaan Pembangunan 2024 Hasilkan Delapan Poin Prakarsa Kaldera TobaGenerasi Muda Narasaon Sedunia yang hadir seperti Sappe Tua Sitorus, Rungga Sitorus, Anthony Sitorus, Arifin Sitorus dan beberapa orang lainnya yang hadir disambut oleh kasat Reskrim Polres Toba Iptu, Erikson David Hutahuruk.Dalam pertemuan tersebut perwakilan GMNS menyampaikan keprihatinan atas terjadinya penculikan yang pertama sekali terjadi setelah Kabupaten Toba dimekarkan dari Tapanuli Utara tahun 1999.[br]"Kami dari Generasi Muda Narasaon Sedunia mendesak Polres Toba untuk segera menangkap dan mengusut secara transparan apa yang terjadi kepada Sofyan Sitorus," terang Sappe Tua Sitorus.Senada dengan itu ketua adat Parsibona, Arifin Sitorus yang mendesak Polres Toba untuk menegakkan keadilan, agar tidak ada lagi yang semena-mena bertindak di Kabupaten Toba."Kami mendorong polisi dan kami yakin polisi mampu mengungkap kasus ini dan tidak peduli seberapa hebat pelaku bisa menyembunyikan jejaknya," ungkap Arifin Sitorus.Anthony Sitorus kepala desa Lumban Sangkalan menambahkan bahwa tindakan pelaku tergolong berani melakukan penculikan di depan anak korban dan ini merupakan tindakan yang sangat keji."Tindakan pelaku ini sudah psikopat berani menculik di depan anak korban yang tentunya meninggalkan trauma mendalam bagi anak dan istri korban. Kami mendukung Polres Toba untuk segera menangkap pelaku dan semua yang terlibat sekecil apapun perannya untuk memberikan efek jera," terang Anthony Sitorus.