Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Sungai Aek Natas Kembali Meluap, Bandar Durian Banjir, Jalinsum Macet

Sungai Aek Natas Kembali Meluap, Bandar Durian Banjir, Jalinsum Macet

Yasmir - Senin, 23 Desember 2024 15:14 WIB
Londisi banjir di Banjir yang terjadi minggu malam (atas), dan bawah situasi kemacetan arus lalukuntas siang ini.

MATATELINGA, Rantauprapat : Sungai Aek Natas di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, kembali meluap. Mengakibatkan pemukiman warga di Kelurahan Bandar Durian, Kecamatan Aek Natas sekitarnya, serta diberapa tempat didaerah ini, direndam banjir sejak Minggu (22/12/2024) malam tadi.

BACAJUGAhttps://www.matatelinga.com/Nasional/pangdam-xii-tpr-serahkan-6-2-kg-sabu-dan-700-butir-happy-five-ke-bnn-kalbar

Selain merendam pemukiman, luapan air sungai Aeknatas ini, juga merendam badan jalan negara lintas Sumatera menghubungkan Medan, Sumatera Utara - Pekanvaru, Riau (sebaliknya). Hal mengakibatkan terjadinya kemacetan arus lalulintas sepanjang 15 kilometer, antara Aekpaminke, Kecamatan Aeknatas hingga simpang Berangir, Kecamatan Nasembilan-sepuluh, Kabupaten Labuhanvaru Utara.

Kemacetak arus lalulintas ini, sudah berlangsung selama lebih kurang 17 jam, sejak pukul 22.00 WIB Jumat (22/12/2024) malam tadi.

[br]

Hal ini berdampak, terhambatnya masuk ke Rantauprapat ibukota Kabupaten Labuhanbatu, berbagai macam sayur mayur, ternasuk cabai, bawang, tomat yang datang dari Brastagi, Kabupaten Karo.

Selain itu, ikan laut dari Tanjung Balai dan ikan keramba dari Pematang Siantar, nuga tidak masuk ke Rantauprapat, hingga pukul 14.30 Senin (23/12/2024) iang tadi.

Menurut beberapa warga masyarakat di sekitar Bandar Durian, biasanya luapan banjir air Sungai Aeknatas, hanya berlangsung sekitar 3 (tiga) jam. Setelah itu, luapan air Sungai Aeknatas, surut kembali. Tetapi kali ini, sudah berlangsung beberapa jam, banjir belum juga surut.

[br]

Beberapa petugas dari Satuan Lulintas Polres Labuhanbaru, telah berada dilokasi banjir sejak minggu malam. Namun terlihat, sepertinya tidak berdaya mengurai kemacetan. Karena para pengemudi kenderaan bermotor, berusaha saling mendahului ditengah-tengah luapan banjir.

Bencana alam banjir, akibat meluapnya Sungai Aeknatas, sudah berlangsung beberapa kaku selama tahun 2024

Dhimpun dari berbagai informasi, bencana alam banjir musiman yang terjadi di Bandar Durian, Kecamata Aeknatas, Kabupaten Labuhanbatu Utara ini, terjadk setiap turun hujan lebat dudaerah itu.

Hal ini diduga kuat terjadi, berasal dari gundulnya hutan sepanjang lereng Bukit Barisan yang berada di hulu Sungai Aeknatas diperbatasan Kabupaten Labuhanbaru Utara dengan Tapanuli Utara.

Gundulnya hutan sepanjang lereng bukit barisan, diduga kuat karena adanya pembalakan liar ditempat itu.

Pembalakan liar kawasan hutan ini, selain dilakukan masyarakat, juga dilakukan sejumlah kelompok masyatakat yangvdilindungi "orang kuat" yang merupakan oknum dari instansi teryentu ditingkat provinsi Sumatera Utara. (yasmir)

Editor
: Putra

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Nurhadi Tewas Tenggelam di Sungai Tapak Gajah

Berita Sumut

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?

Berita Sumut

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU

Berita Sumut

Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Muara Bangko Sampaikan Tuntutan Kepada PT.RFAP

Berita Sumut

Pemancing Ikan Tewas di Sungai Kualuh

Berita Sumut

Geger Temuan Mayat Perempuan Tak Dikenal di Pinggiran Sungai Bah Bolon