MATATELINGA, Medan : Kejadian Bencana Hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang terjadi sepanjang tahun 2024 sebanyak 108 kejadian, dimana bulan Oktober adalah waktu terbanyak terjadi bencana. Secara umum disebabkan karena adanya konvergensi dan belokan angin di wilayah Sumatera Utara serta adanya faktor global IOD negatif dan faktor regional MJO yang berada di kuadran 3 (Samudera Hindia).
Curah hujan tahunan untuk 2025 diprediksi mendekati kondisi normalnya, meskipun terdapat potensi La Nina lemah pada awal tahun. Namun demikian terus meningkatnya frekuensi bencana hidrometeorologi dari tahun ke tahun harus menjadi perhatian dan kewaspadaan semua pihak. Sejumlah lebih dari 95 persen dari total kejadian bencana tersebut adalah bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, puting beliung, cuaca ekstrem, dan kekeringan.
BACAJUGA
Potensi kejadian banjir dan longsor perlu diwaspadai pada awal tahun 2025 dan akhir tahun 2025 yang merupakan periode musim hujan. Sedangkan potensi kekeringan dan dampak turunannya pada pertanian dan kebakaran hutan tetap perlu diwaspadai pada musim kemarau 2025 meskipun curah hujan cenderung bersifat Atas Normal pada periode Juli-September 2025, karena data catatan bencana menunjukkan bahwa setiap tahun selalu ada kejadian kebakaran hutan dan lahan.