MATATELINGA, Asahan :Beberapa jurnalis Asahan yang melakukan blusukan dan menelusuri jalan kebun PTP Nusantara IV Regional I Kebun Dusun Hulu Simalungun banyak menemukan lukat kantong yang melalap hampir seluruh dedaunan tanaman pohon sawit milik BUMN tersebut.Wadi (48) warga dusun Hulu Simalungun merupakan pekerja pedodos sawit saat ditemui crew MATATELINGA.Com , Minggu (12/01/2025) sekira pukul 12.30 Wib membenarkan bahwa kebun dusun Hulu ini milik PTP Nusantara IV Regional I merupakan perusahaan BUMN.[br]Hama ulat kantong ini kata assisten kebun disini memiliki banyak nama diantaranya Setothosea asigna yaitu ulat api atau yang bisa kami sebut ulat kantong ini dapat meyerang tanaman kelapa sawit, Setoran nitens ulat api atau ulat kantong dan ulat ini yang menyebabkan Dau kelapa sawit menjadi habis dan pohonnya menjadi gundul, ulat kantong dengan sebutan Darna terima ulat yang menyerang tamanan kelapa sawit, Parasa lepida ulat api atau dikebun ini disebut ulat kantong yang memiliki masa hidup selama lebih dari dua bulan dan mudah berkembang biak, dan ulat api atau ulat kantong yang merusak tajuk tanaman kelapa sawit .Dan yang ada dikebun ini kami para pekerja menyebutnya dengan nama ulat kantong dengan ciri ciri terdapat bercak hijau kekuningan dipunggungnya dan memiliki panjang sekitar 30 hingga 36 mili meter, ujarnya.[br]Wadi dan Toha juga mengatakan di affedeling VI ulat kantong ini sudah sejak dua tahun lalu menyerang tanaman sawit disini, namun di tahun ini yang paling ganas, meskipun pihak PTP Nusantara IV Regional I kebun Dusun Hulu Simalungun telah melakukan penyemprotan hama namunadih larva maupun ulatnya semakin berkembang, mungkin ulatnya sudah imun atau dosis yang didistribusikan banyak menguap dan itu yang tau ya para pimpinan di kebun ini mulai dari manager kebun yang saat ini dijabat Eko Susanto hingga assistennya.Untuk produksi akhis akhir ini di affedeling VI sudah sangat menurun dan tanaman kelapa sawitnya juga sudah mulai gundul, kami para pekerja pemanen disini jelas tidak dapat menerima gaji sesuai yang diharapkan, kirannya para pimpinan di Kantor Direksi di Medan juga dapat melihat kondisi tanaman di kebun ini dan melakukan tindakan penyemprotan dengan menggunakan dosis yang lebih smpuh lagi, tukasnya (dieks)