MATATELINGA, Simalungun :Ditengarai Dana perawatan yang di kucurkan oleh Direksi PTP Nusantara IV untuk kebun kebun sejajarannya cukup banyak, utamanya untuk kebun PTP Nusantara IV Regional I kebun Dusun Hulu Simalungun di affedeling VI kondisinya saat ini cukup memprihatinkan selain banyaknya ulat kantong yang merusak dedaunan kelapa sawit juga dikebun tersebut juga banyak tumbuh gulma tumbuhan sejenis keladi atau lompong, Minggu (12/01/2025).Di afdelling VI kebun Dusun Hulu ini harus extra hati hati, dikarenakan banyak ulat kantong yang harus dan bila bulu ulat tersebut mengenai badan dijamin akan merasakan gatal dan panas serta melepuh, hal tersebut diungkap Wadi dan Toha karyawan pemanen asal Pematang Siantar.Wadi dan Toha pun juga mengatakan selain hama ulat kantong menyerang kebun ini juga tumbuhan liar sejenis keladi, talas atau orang disini menyebutnya Lompong juga banyak tumbuh di areal kebun ini dan seakan tumbuhan liar itu seperti ditanam perusahaan ini, ujarnya.[br]Lebih lanjut Toha maupun Wadi juga mengatakan dengan adanya hama ulat dan tumbuhan liar di kebun ini, jelas sangat mempengaruhi produksitas buah sawit, dan ini sangat merugikan kami para pemanen .Dan kami heran juga Hama ulat kantong sudah selama dua tahun lebih melanda kebun ini, sementara pihak kantor sudah sering kali melakukan penyemprotan untuk membinasakan hama ulat tersebut, namun si hama itu tidak mati malah makin subur berkembang biak , demikian juga dengan gulma ini selain kebun ini menjadi semak juga mengganggu produktifitas buah, heran juga melihatnya apakah racun atau petisidanya diganti dengan air parit itu ya oleh para pimpinan itu .Selain itu juga banyak hal yang menyimpang selama dipimpin manager ini diantaranya banyaknya pohon jati yang ditumbang atas perintah manager , dan pohon jati yang ditumbang tersebut dijadikan perabot rumah tangga seperti lemari dan tempat tidur, itu khan asset perusahaan.Sementara Manager Kebun Dusun Hulu PTP Nusantara IV Regional I Eko Susanto saat dikonfirmasi melalui selularnya dengan nomor 0811620xxxx tidak dapat tersambung. (dieks)