MATATELINGA, T.Tinggi : Oknum ASN digerebek warga berduaan dengan wanita di Pustu. Pelaku ternyata sudah sering melakukan hal tidak terpuji tersebut.
Hingga akhirnya pada Senin siang (24/02/2025) kemarin, Kepala Lingkungan 03, dan Kepling 04 bersama warga sengaja mendatangi Pustu tersebut guna di lakukan penggerebekan. Namun saat sampai di depan Pustu mereka melihat kondisi pagar dalam kondisi tergembok namun sepeda motor ada di halaman pustu tetsebut dan di dalam pustu di dapati seorang pria yang merupakan ASN bersama seorang wanita yang memang bukan pasangam suami istq1p10p0n masing-masing keduanya sudah memiliki istri maupun suami, sesuai dengan data yang berada di KTP keduanya.
Adalah masing-masing berinisial BB, seorang ASN dan HSS yang digrebek warga sedang berduaan dengan wanita bukan istrinya. Namun, dalam proses berikutnya justru dapat pembelaan dari dari seorang oknum anggota DPRD kota Tebingtinggi Christop Munthe.
[br]
Hal inilah yang diakatakn Kepling 03, Kelurahan Bandar Utama, saat dikonfirmasi, Selasa (25/02/2025), yang mengatakan bahwa penggrebekan bermula dari pengaduan warga sekitar, bahwa ASN itu seringkali membawa perempuan ke Pustu hingga larut malam, membuat warga resah. Pengaduan itu pun direspon Kepling 03 dibantu Kepling 04 bersama warga dengan mendatangi fasilitas kesehatan yg disalah gunakan itu.
Saat warga datang, ternyata pintu pagar di gembok, sehingga warga melompati pagar dan menyerbu masuk ke Pustu itu. Warga memergoki oknum ASN itu bersama wanita bukan istrinya berinisial Me.
Kepling kemudian menyatakan akan melaporkan perbuatan B ke pihak berwajib dengan terlebih dulu mengontak aparat kelurahan.
[br]
Namun tak berapa lama oknum anggota DPRD datang ke tempat kejadian perkara dan meminta warga untuk memaafkan perbuatan oknum ASN tersebut.
Oknum ASN itu diminta membuat surat pernyataan utk tidak melakukan perbuatan itu di masa mendatang.
"Anggota dewan itu ikut juga meneken sebagai saksi surat perjanjian itu", terang Kepling.
Oknum ASN yang menempati fasilitas publik setahun belakangan ini menjadi sorotan warga, karena menyebabkan tidak berjalannya layanan kesehatan di kelurahan tersebut. Oknum ASN ini kabarnya bisa menempati Pustu karena mendapat izin dari atasannya.(bas)