Matatelinga - Medan, Unjuk rasa terus dilakukan para elemen di Medan, terkait dengan kebijakan Pemerintahan Jokowi JK dengan menaikkan bahan bakar minyak (BBM. kali ini ratusan massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Sumatera Utara berunjuk rasa di Bundaran Majestik, Jalan Gatot Subroto, Medan. Diperkirakan 500 oranga dari HTI mengecam kenaikan BBM oleh Presiden Jokowi dan menyebutkan kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tersebut akan semakin menyengsarakan rakyat. Menurut massa HTI, kenaikan ini karena adanya intervensi dan pesanan dari pihak asing."Segala kekayaan alam yang ada di bumi ibu pertiwi ini digunakan untuk mensejahterakan rakyat, bukan untuk mensejahterakan kelompok-kelompok yang berpihak kepada kapitalis. Ingat, Allah tidak tidur," teriak mereka dengan di ikuti ucapan takbir setelah ucapan itu di lafazkan koordinator orator, Rabu (19/11/2014).Lebih lanjut sang orator menyampaikan padangannya dengan mengutip sebuah hadis nabi. Isi dari hadis tersebut berbunyi, kekayaan alam dipergunakan untuk mensejahterakan rakyat. Jika pemerintah tidak mensyukuri nikmat yang diberikan Allah, niscaya akan datang bala kepada negeri tersebut."Demi Alah SWT, jika kekayaan alam ini tidak dikelola dengan baik untuk kepentingan rakyat, sampai kapan pun negeri ini tidak mendapatkan kesejahteraan. Karena pemimpinnya sudah khufur nikmat," ucap salah seorang orator lainnya.Menurut massa HTI, hanya dengan Daulah Khilafah lah bangsa ini akan sejahtera, perekonomian berjalan baik dan pemerintahan tidak bisa di intervens. Pantauan dilapangan, para demontrans HTi yang terdiri dari Kaum Pria serta anak kecil yang berada dilokasi Bundaran Majestik, terus melakukan orasi dan mengecam tindakan Pemerintahan Jokowi - JK dengan pengawalan petugas pihak kepolisian Polresta Medan.Setelah massa Hizbut Tahrir Indonesia Sumatera Utara menymapaikan orasi secara bergantian, membubarkan diri dengan berjalan berbaris menuju lapangan Merdeka Medan.(Mt)