MATATELINGA, Deli Serdang :;Di tengah senja Ramadan yang penuh berkah, cahaya lampu pertama kali menyala di rumah sederhana Ibu Dewi Sartika, seorang pedagang makanan di Desa Tualuh, Namorambe, Kabupaten Deli Serdang. Air matanya tak terbendung saat ia menyaksikan terangnya lampu, tanpa lagi bergantung pada aliran listrik tetangga lagi. “Ini mimpi yang jadi nyata,” ujarnya dengan suara bergetar. Momen haru itu menjadi catatan kebaikan program “Light Up The Dream”, inisiatif kemanusiaan dari pegawai PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara yang menyebarkan cahaya kebahagiaan bagi masyarakat prasejahtera di bulan suci.General Manager PLN UID Sumatera Utara, Agus Kuswardoyo,menjelaskan bahwa program ini lahir dari kepedulian kolektif para pegawai PLN yang secara sukarela menyisihkan sebagian pendapatan mereka. “Light Up The Dream bukan sekadar instalasi listrik. Ini adalah wujud nyata semangat kebersamaan kami untuk menerangi kehidupan saudara-saudara yang masih berjuang di kegelapan. Di bulan Ramadan yang suci, energi berbagi ini menjadi pemacu semangat kami untuk terus menyalakan harapan di seluruh pelosok negeri,” tegas Agus. Ia menekankan bahwa kemandirian energi seperti yang dirasakan Ibu Dewi adalah simbol kemerdekaan sejati. “Listrik bukan hanya tentang terang, tapi juga tentang martabat, peluang, dan masa depan. Saat seorang anak bisa belajar dengan nyaman di malam hari, di situlah kami yakin: setiap kilowatt yang kami salurkan akan melahirkan generasi penerus yang lebih baik,” tambahnya.