MATATELINGA, Tanjungbalai: Pasca pemberitaan mengenai pemotongan gaji tenaga honorer di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kota Tanjungbalai, Kepala Dinas Perindag diduga mengeluarkan ancaman untuk merumahkan sejumlah staf honorer. Ancaman ini disampaikan dalam rapat mendadak yang digelar pada Jumat (14/3/2025), yang dihadiri oleh seluruh tenaga honorer di dinas tersebut.
Seorang tenaga honorer yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa rapat tersebut diadakan untuk membahas pemberitaan yang beredar. "Kami dirapatkan gara-gara berita abang, mau dirumahkan kami," ucap sumber tersebut.
[br]
Sumber tersebut juga menyebutkan bahwa Kepala Dinas Perindag merasa berang atas pemberitaan itu dan mengaku telah melaporkan hal ini kepada suaminya, yang disebut sebagai tokoh dari sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)."Dia bilang, 'Bilang sama yang membocorkan itu bodoh, saya tidak takut. Masalah ini sudah saya laporkan ke suami saya, suami saya juga LSM kok'," ujar sumber, menirukan ucapan Kepala Dinas Perindag.Dalam rapat tersebut, Kepala Dinas Perindag juga dikabarkan menyatakan kepercayaan dirinya atas dukungan yang diberikan oleh Wali Kota terhadap kinerja dan keputusannya. "Dia (Kadis Perindag) mengaku mendapat pujian dari Wali Kota, katanya kalau ada tiga Kadis Perindag seperti dia, Kota Tanjungbalai akan maju," lanjut sumber.Selain itu, sumber juga mengungkapkan bahwa perjanjian kerja yang telah dibuat sebelumnya akan ditarik untuk direvisi. "Surat perjanjian kerja kami akan dibuat baru," katanya.Sumber tersebut berharap agar Wali Kota tidak hanya mendengarkan informasi dari satu pihak dan bersedia mendengarkan keluhan para tenaga honorer di Dinas Perindag. "Tolong bantu kami, kami khawatir Pak Wali hanya mendengar dari satu sisi," harapnya.Di sisi lain, awak media
matatelinga.comjuga menerima pesan dari seorang individu dengan akun bernama Yud, yang meminta agar persoalan ini dipertegas dan segera diselesaikan. Yud menyatakan kekhawatirannya bahwa kondisi akan semakin memburuk pasca pemberitaan tersebut."Keadaan makin parah, bukan makin membaik. Dengan diperkecilnya jumlah honorer menjadi 30 orang, yang tidak bersalah ikut menjadi korban," tulis Yud.Sementara itu, Kepala Dinas Perindag, Yustina Clara, belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan oleh wartawan. Pesan konfirmasi yang dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp hanya dibaca tanpa balasan. (Riki)