MATATELINGA,Asahan: Sempat viral melalui meedsos kasus kekerasan yang dilakukan sekelompok geng motor terhadap pelajar, Polres Asahan langsung beraksi dan berhasil mengungkap tiga pelaku utamanya diketahui berinisial MSAP masih pelajar dan dua rekannya ASN serta RK, dilokasi berbeda.
BACA JUGA:Good Job, Kriminalitas di Medan Secara Kuantitatif Relatif Menurun Selama RamadanBerantas Kejahatan 3C, Polsek Bilah Hulu Gelar Patroli PresisiHal tersebut dibenarkan oleh Kapolres Asahan, AKBP Afdhal Junaidi,pada wartawan pada Jumat (4/5/2025)Lanjut Afdhal, "Ketiganya terlibat dalam aksi kekerasan secara bersama-sama di muka umum terhadap korban di bawah umur, dan telah kami amankan beserta sejumlah barang bukti."[adsebnse]Penganiayaan terjadi pada Senin, 1 April 2025, sekira pukul 23.00 WIB di Jalan Imam Bonjol, Kisaran Timur. Peristiwa berawal dari cekcok antara geng motor “Mafia Bangladesh” dan “MR. Kriwo” yang sama-sama nongkrong di sebuah kafe. Ketegangan berlanjut hingga ke jalan, berujung pada aksi pengeroyokan terhadap korban.Korban dianiaya di beberapa lokasi, termasuk di depan toko Zaitun Bakery, kawasan Pabrik Benang, dan Masjid Al Husna. Ia dipukul, ditendang, bahkan dipaksa mencuci wajahnya yang berlumuran darah sebelum akhirnya ditinggalkan.Barang bukti yang diamankan antara lain rekaman CCTV, dua sepeda motor, serta pakaian para pelaku. Ketiganya dijerat dengan Pasal 80 ayat 1 dan 2 UU Perlindungan Anak dan Pasal 170 ayat 2 ke-1 KUHP tentang kekerasan secara bersama-sama di muka umum.“Kami tidak akan mentolerir aksi geng motor yang meresahkan masyarakat. Penindakan tegas akan terus kami lakukan,” tegas AKBP Afdhal Junaidi.