MATATELINGA, Rantauprapat : Rumah oknum wartawan, di Jalan Kandis, Kampung Sawah, Kelurahan Sirandorung, Kecamatan Rantau Utara, Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, dimasuki ,"tamu tak diundang (maling", saat pemilik rumah sedang libur lebaran Hari Raya Idul Fithri 1446 H, ke daerah Aceh bersama isteri dan anak-anaknya.
BACA JUGA:Pelaku Curanmor di Pardede Beraksi, Curi Honda CRF4 Sekawan Bongkar Toko di BelawanPemilik rumah (korban), Muhamnad Syahban yang ditemui media online https://matatelinga.com menyampaikan,, dia tidak tahu pasti kapan "tamu tidak diyndang" tersebut, masuk rumahnya."Saya, isteri dan dua anak baru saja pulang dari berlibur lebaran di Aceh, Senin ,(7/4/2025) malam", ucap Syahbani akrab disapa Pak Uban, yang ditemui media ini di tempat kediamannya PerumahanGriya Sejahtra Dua, Jalan Kandis Kampung Sawah, Kelurahan Sirandorung Rantauprapat, Selasa (8%8/2025) siang.Disebutkannya, ketika dia masuk, kondisi rumah terlihat seperti biasa. Tidak ada yang berubah. Namun dia terkejut, ketika dua puterinya masuk kekamar anaknya itu."Ternyata, kamar kedua puteri saya itu sudah diacak-acak tak beraturan. Kondisinya tak berantakan. Dan sangat terkejutnya, ketika kami melihat bagian atap kamar anak saya itu, dalam kondisi berlobang. Sehingga meyakinkan kami, kalau 'tamu tidak diundang' tersebut, telah masuk ke rumah dari kamar putreri kami," ujar Muhamnad Syahbani yang juga wartawan salah satu media online tersebut.[br]Disebutkannya, si tamu tidak diundang itu, tidak berhasil masuk keruang tamu dan bagian lain dari rumahnya. Karena pintu keluar dari kamar puterinya, terkunci dengan rapat.Katanya, akibat dari masuknya tamu tidak diundang tersebut ke rumahnya, dia mengalami kerugian uang kontan sekitar Rp 120 juta. "Uang itu, berasal dari hasil penjualan TBS Kelapa Sawit dari kebun milik warisan isteri saya. Yang belum sempat kami masukkan ke tabungan", tambahnya.Selain itu lanjutnya, dia juga mengalami kerugian, berupa perhiasan emas milik kedua puterinya. Termasuk sejumlah pakaian dan sepatu.Menurut Syahbani, pencurian di rumahnya itu, sudah dua kali terjadi. Tiga tahun lalu, pencurinya, masuk dari seng kamar tidur pribadinya. Ketika itu dia mengalami kerugian satu laptop, satu handy cam, satu hp, uang kontan mencqpai puluhan juta rupiah. Pelakunya hingga kini, belum terungkap.Syahbani menambahkan, pada pencurian kali ini, dia sudah membuat laporan ke Polres Labuhanbatu. Sat Res Krim Polres Labuhanbatu, sudah menurunkan tim, melakukan penyidikan kejadian ini.