Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Ratusan Kapal Tak Beroprasi, Naiknya Bahyan Bakar Minyak
Nelayan

Ratusan Kapal Tak Beroprasi, Naiknya Bahyan Bakar Minyak

Admin - Minggu, 23 November 2014 21:36 WIB
Hendrik Rompas
Ratusan kap[al Tak Beroperasi, Naiknya Harga Bahan Bakar Minyak
Matatelinga - Belawan, Akibat naiknya bahan bakar minyak (BBM) bersubsdi, sebanyak 500 unit kapal ikan milik nelayan tradisionil berpangkalan di Sei Deli Belawan sudah sepekan  tidak melaut mencari ikan. Ssementara itu sebanyak 1500 orang ABK ( anak buah kapalnya ) saat ini menganggur dan mereka minta pemerintahan Jokowi Dodo dan wakilnya Jusup Kala  menurunkannya kembali harga BBM Solar tersebut  seperti semula .  Hal tersebut dikatakan para nelayan tradisionil Belawan , Minggu (23/11/2014).Akibat naiknya harga BBM maka sebanyak 500 unit kapal ikan jaring Gembung ,pancing Cumi cumi dan jaring Udang tidak melaut karena tak mampu membeli BBM jika ada pun para nelayan tidak bisa membelinya, karena pada umunya BBM tersebut dikuasai oleh Mafia BBM menyalurkankan ke Industri yang ada di Medan katanya . Ratusan  unit kapal ikan mereka terpaksa disandarkan/ ditambat disepanjang Sungai Deli , sedangkan para ABK kapal  yang jumlahnya 1500 orang itu saat ini mengnggur dan nyaris tak bisa menghidupi keluarganya .Keluhan 1500 orang ABK kapal ikan tersebut disampaikan oleh Dian Sahputra Hasibuan  dan Abdul Rahim mewakili teman temannya para nelayan tradisionil yang berpangkalan di bantaran Sei Deli Belawan . Itu baru para ABKnya saja dan jika digabungkan setiap ABK memiliki 2 orang anak dan satu istri maka jumlahnya sebanyak 3 dikali 500 maka 4500 orang yang bakalan mati kelaparan akibat dari kenaikan harga BBM.Selama sepekan ini kata Abdul Rahim , mereka terpaksa menjual harta benda mereka untuk dipergunakan makan kelurganya dan malahan setiap ABK kapal kini berutang sama rentenir yang setiap saat menemui mereka dan ini adalah kesempatan para rentenir tersebut.Para nelayan tradisionil yang jumlahnya 150 tersebut minta pihak pemerintahan Joko Widodo dan Jusup Kala segera menurunkan harga BBM tersebut , jika harga BBM tersebut tidak segera diturunkan maka puluhan ribu nelayan tradisionil yang ada di Medan khususnya di Medan Utara ini akan mati kelaparan dan tinggal menguburkan saja .(Mt/Hendri)


Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Atasi Kemiskinan, Sergai Lakukan Inovasi dan Lompatan Berbagai Program Efisien

Berita Sumut

Kepala Bakamla RI Hadiri Pembahasan Tindak Lanjut Illegal Fishing Zona Timur

Berita Sumut

Bupati Soekirman Ajak Peserta Tingkatkan Keterampilan Untuk Menambah Penghasilan Keluarga

Berita Sumut

Bupati Soekirman Himbau ASN Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

Berita Sumut

Pengunjung dan Pasien RS Royal Prima Berhamburan Keluar

Berita Sumut

Ratusan Pengunjung Perbelanjaan dan Mall di Kota Medan Terbirit Birit