Matatelinga - Tebing Tinggi, Warga dan pedagang makanan di Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi, mengeluhkan dengan langkanya gas elpiji kemasan 3 kilogram sejak se-pekan terakhir. Kelangkaan ini disebabkan oleh terbatasnya pasokan gas bersubsidi tersebut dari tingkat agen ke pengecer. "Kalaupun ada harganya mencapai Rp 25ribu hingga Rp 30ribu per tabung. Itu pun harus memesan dulu ke warung," kata Ibu Evi Marchelina Munthe, (23) warga Jalan Perjuangan Lk.VI, pada wartawan, Selasa,( 25/11/2014)Menurut dia, kondisi ini sangat menyulitkan para pengguna elpiji bersubsidi. Dia menduga kelangkaan ini disengaja karena mendekati Tahun Baru. "Jika memang kondisinya akan seperti ini, bagaimana warga dan pedagang diharuskan memakai elpiji?" ucapnya. Adven Tarigan, 31 tahun, pemilik warung nasi, mengungkapkan, untuk mendapatkan elpiji kemasan 3 kilogram, dia kadang harus memesan dulu ke pengecer atau warung. Jika tidak begitu, dia tidak akan kebagian karena harus berebut dengan pembeli lain yang sudah memesan. "Kami harus menyimpan tabung di pengecer agar bisa mendapatkan jatah elpiji karena pasokannya terbatas dan jadwal pengirimannya juga tidak jelas," kata Tarigan.Dalam sehari ia menghabiskan dua tabung elpiji ukuran 3 kilogram. Jika harga gas terus melonjak, dipastikan usaha warung nasinya terkena dampak. "Jika harganya naik terus, bagaimana saya mau berjualan?" katanya. Aman seorang pengecer Gas Elpiji juga mengatakan bahwa mereka terpaksa menaikkan harga jual gas karena mereka dikurangi stok pemesanan dan harga yang disalurkan dari agen juga naik seharga Rp. 1000 dari harga sebelumnyaMenurut Japet Arki Bangun, Sudah saatnya Dinas Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tebing Tinggi untuk melakukan pemeriksaan terhadap pendistribusi Gas Elpiji dan agen-agen yang ada di Kota Tebing Tinggi, karena banyak dugaan masyarakat bahwa gas elpiji sengaja tidak didistribusikan untuk stok menjelang tahun baru.Selain itu, Pemko Tebing Tinggi khususnya Distributor Gas Elpiji khususnya kota Tebing Tinggi sudah bias menambah permintaan karena dikota Tebing Tinggi semakin tinggi pengguna gas elpiji dari pada menggunakan minyak tanah, tambah Arki Bangun.Dari Pantauan, di Kecamatan Padang Hilir khususnya Kelurahan Tebing Tinggi para pengecer Gas Elpiji tidak lagi menjual. Karena kehabisan dan mereka sudah dikurangi jatah pembelian.(Mt/Japer)