MATATELINGA, Tanjungbalai: Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Koalisi Tanjungbalai Bersih menggelar aksi unjuk rasa damai di depan kantor Walikota Tanjungbalai.Senin (5/5/2025). Mereka menuntut Walikota Tanjungbalai untuk bertindak tegas dengan mencopot Kepala Inspektorat Kota Tanjungbalai.
Koordinator aksi, Azhari Munthe, dalam orasinya menyampaikan bahwa aksi demonstrasi ini dilatarbelakangi oleh sejumlah kejanggalan dalam kebijakan pengawasan inspektorat. Menurutnya, Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) tersebut seharusnya berfungsi sebagai pengawas, namun justru dinilai terlibat dalam kepentingan kekuasaan yang keliru.Azhari mencontohkan beberapa permasalahan yang menjadi sorotan, seperti gagal bayar anggaran APBD tahun 2024 kepada pihak ketiga, penundaan pembayaran gaji honorer di bulan Desember, serta pembayaran sebagian Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Tanjungbalai.
[br]
"Namun Inspektorat terkesan bungkam dan tidak melakukan audit terhadap persoalan-persoalan tersebut," tegas Azhari.Senada dengan Azhari, orator aksi lainnya, Syarifuddin dan Alrivai Zuhairisah, menduga Kepala Inspektorat Pemerintah Kota Tanjungbalai terlibat dalam kepentingan kekuasaan dengan menjadi "beking" atau pelindung kepentingan pejabat teras di lingkungan Pemko Tanjungbalai.Mereka menyoroti kasus mantan istri walikota yang tidak masuk kerja selama tiga tahun, namun hasil audit inspektorat dinilai tidak relevan. Bahkan, mantan istri walikota tersebut kini dapat pensiun dengan hormat.Setelah melakukan orasi selama kurang lebih 30 menit, perwakilan massa aksi diterima oleh Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Tanjungbalai, Nurmalini Marpaung. Dalam pertemuan itu nurmalini berjanji akan menyampaikan aspirasi para demonstran kepada Walikota Tanjungbalai. Massa aksi kemudian membubarkan diri dengan tertib di bawah pengawalan ketat dari pihak kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). (Riki).