MATATELINGA, Simalungun : Melansir dari apa yang disampaikan Advisor Holding dan Tim Perpec serta Sevp 1 PTPN4 Regional II dalam kunjungan kerja ke kebun Bah jambi, Laras dan Dolok Ilir beberapa waktu yang lalu dalam upaya Konsolidasi, Singkronisasi pola kerja, serta penguatan Setrategi Operasional dan Produksi dilapangan ada beberapa Poin Setrategis yang menjadi catatan Utama diantaranya " Regional II sebagai penopang masa depan Holding dan Palm.Co." Panen harus bersih dan tanpa kehilangan ( Losis).
Berdasarkan Poin setrategis diatas sepertinya masih belum terlakasana dengan baik dan terindikasi pelanggaran terutama di PTPN4 Regional II unit kebun Gunung Bayu tepatnya diwilayah Afdeling 1 kecamatan Bandar kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara.
Amatan Tim Media diareal tanaman menghasilkan ( TM ) tersebut pada Selasa 13/05/2025 diareal Blok 05.31A dan blok 034.18A ditemukan banyak buah busuk sudah berwarna hitam tidak dipanen dan Berondolan juga berserakan dibawahnya. apakah ini unsur disengaja atau kurang pengawasan.
[br]
Yang jelas hal ini dapat merugikan dan jelas bertentangan dengan Nilai Setrategis Perusahaan.
Disisi lain namun masih diareal Afdeling 1 PTPN4 unit Gunung Bayu Tim Media juga menemukan tumpukan buah di Tempat Pengumpulan Hasil ( TPH ) yang Kondisi buahnya hampir mulai busuk jika diperkirakan buah tersebut sudah hampir satu minggu tidak diangkut terlihat dari tangkai tandannya yang sudah hampir berwarna hitam, Ada kurang lebih Seratus tandan jumlahnya.
Apakah ini disengaja...
Ataukah ini kelalaian...??
Untuk mencari tau penyebab Buah tidak dipanen hingga busuk dipohon dan buah tinggal tidak diangkut dari tempat pengumpulan Hasil ( TPH ) dari lapangan.
Tim Media mencoba mengkomfirmasi kepada Manejer PTPN4 Regional II unit Gunung Bayu bapak Haikal melalui pesan Whats Appnya dinomor 08xxxxxxx.
Sampai berita ini diterbangkan ke meja Redaksi Matatelinga.Com, Manejer unit Gunung Bayu tidak memberikan balasan.
Dimohon kepada Direktur Utama PTPN4 Regional II untuk segera mengevaluasi atas kinerja Pimpinan Unit ini yang telah menimbulkan kerugian Perusahaan dan juga Negara.( Tim MTc. ).