Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Kebakaran PLTU Janggal Perlu Dikaji, Copot Manager IP-UBP

Kebakaran PLTU Janggal Perlu Dikaji, Copot Manager IP-UBP

- Rabu, 04 Juni 2025 06:15 WIB
Matatelinga
Sejumlah anggota DPRD Tapteng saat menerima pengunjuk rasa dari Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan soroti kebakaran di PLTU Labuhan Angin
MATATELINGA, Tapteng:Masyarakat dari Aliansi Peduli Lingkungan berunjuk rasa ke kantor DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Senin (02/06/2025). Berkaitan dengan kebakaran terjadi di PLTU Labuhan Angin Kecamatan Tapian Nauli pada Kamis (08/05/2025) lalu.

Dalam tuntutannya, mereka meminta Manager PT PLN Indonesia Power (IP) UBP Labuhan Angin dicopot. Sekaligus memeriksa secara hukum juga eksternal penyebab kebakaran secara menyeluruh serta memeriksa vendor, terlibat dalam pemeliharaan.

BACA JUGA:Pinwil Bulog Sumut, Budi Cahyanto: Beras Bulog Terdistribusi Sampai Ke Pelosok Desa

"Benar, kemarin masyarakat berdemo ke Kantor DPRD Tapteng, karena adanya kecurigaan kejanggalan terhadap insiden kebakaran beberapa waktu lalu," kata Madayansyah Tambunan, anggota DPRD Tapteng fraksi Gerindra kepada para awak media, Selasa (03/06/2025).

[br]

Menurutnya, beberapa hal kejanggalan penyebab kebakaran seperti, dugaan kebakaran disebabkan turbin overspeed. "Selain dugaan adanya overspeed, ada juga dugaan kelalaian operator dalam pengoperasiannya, padahal kebakaran terjadi saat pengerjaan overhaul turbin baru selesai dilaksanakan, ini kita patut duga, vendor yang mengerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi," lanjutnya.

Karena itu sebut Madayan, pihak DPRD Tapteng nantinya akan melanjutkan tuntutan masyarakat ini melalui agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP), agar jelas duduk persoalannya.

Anggota DPRD Tapteng fraksi NasDem, Antonius Hutabarat menyoroti sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di PLTU Labuhan Angin. "Sistem K3 Di PLTU Labuan Angin dinilai bobrok, dan harus kita soroti juga, karena banyak juga masyarakat Tapteng yang nyawanya terancam disana," ujar Antonius.

"Ini semua karena kejadian beruntun mulai dari dugaan kecelakaan kerja yang mengakibatkan kematian, sampai terbakarnya turbin PLTU yang katanya disebabkan petir, sementara perusahaan negara sekelas Indonesia Power tidak memperhatikan alat anti petir, itu aneh dan patut kita pertanyakan," tambahnya.

Ketua Komisi A DPRD itu juga berharap, pihak Asuransi yang ingin mengklaim kebakaran ini agar mengkaji ulang kembali kebijakan mereka, sehingga tidak ada terjadi persoalan kedepannya.

[br]

Anggota DPRD Tapteng, Joko Pranata Situmeang menyebut alasan yang tidak komprehensif dibuat untuk mencairkan klaim asuransi. "Kita menduga ada upaya unsur kesengajaan dan kelalaian di PLTU, hingga mengalami kerugian ratusan milliar rupiah," sebut Joko.

"Makanya sebelum ini terang, kita minta pihak asuransi untuk mengkaji ulang jika ada niat mencairkan klaimnya, agar tidak menjadi persoalan kedepannya," lanjut politisi PDI Perjuangan berlatar belakang advokat tersebut.

Insiden kebakaran di PLTU Labuhan Angin, Kecamatan Tapian Nauli, Tapteng terjadi pada Kamis (08/05/2025) lalu. Sekretaris Perusahaan PLN Indonesia Power, Agung Siswanto mengatakan penyebab kebakaran di PLTU Labuhan Angin disinyalir akibat sambaran petir dengan intensitas tinggi yang memicu ledakan lokal di salah satu bagian fasilitas.

"Insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Seluruh personel yang bertugas dalam keadaan selamat, dan prosedur tanggap darurat telah dijalankan dengan cepat dan tepat," kata Agung dalam Holding Statementnya pada Kamis (08/05/2025) lalu.

Insiden kebakaran itu turut meramaikan sejumlah akun media sosial mulai dari awal kejadian dan sekaligus mendapat tanggapan atau komentar yang beragam salah satunya meragukan petir sebagai penyebab kebakaran di PLTU Labuhan Angin.

Berikut kutipan komentar beberapa akun media sosial yang ikut merespon seputar dengan insiden kebakaran yang terjadi di PLTU Labuhan Angin yang kami sadur dari salah satu postingan facebook;

"Tak logika, ini pasti percikan arus pendek listrik, mustahil dalam gedung petir bisa masuk, coba konfirmasi Bongot Sinaga, dia ahli dalam menjamin kelengkapan operasional berjalan baik di unit PLTU Labuhan Angin. Sekelas PLTU bisa terjadi hal seperti ini sangat diragukan kinerja seorang Bongot Sinaga selaku kepala operasional dan perlengkapan," tulis akun pro kontra.

Pemilik akun Aditya Naufal Simanullang yang menilai ada kelalaian pekerjaan hingga mengakibatkan insiden kebakaran. "Gak masuk logika kalau disambar petir, pasti ada kelalaian pekerja yang ada di kejadian," ketiknya.

Pemilik akun Marubamora juga ragu dengan penyebab kebakaran akibat disambar petir. "PLTU Labuan Angin sistim grounding-nya standard terbaik, tidak mungkin disambar petir," katanya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh pemilik akun lain yaitu Bizmar Nadangol Hutagalung. "Besar kemungkinan dari batu bara," ujarnya.

Pemilik akun Anggiat Par Tambunan juga mempertanyakan hal tersebut. "Kapan petir pada Kamis (08/05/2025) malam, cuman hujan," katanya.

Editor
: Putra

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU

Berita Sumut

Camat Namorambe Salurkan Bantuan untuk Korban Puting Beliung Desa Ujung Labuan

Berita Sumut

Lom Lom Suwondo Tinjau dan Salurkan Bantuan Korban Puting Beliung di Patumbak

Berita Sumut

Sholat Idul Adha 1447 H, Wali Kota Sibolga: Momentum Memperkuat Solidaritas dan Sinergi Pembangunan

Berita Sumut

Sempat Diterlantarkan, Wali Kota Sibolga Revitalisasi Stadion Horas: Ini Janji Kampanye Kami

Berita Sumut

Wali Kota Sibolga Bersama Forkopimda Lepas Ribuan Peserta Pawai Takbiran Idul Adha 1447 H