MATATELINGA, Medan:Pengusaha Supplier Bahan Bakar Minyak (BBM) Solar Resmi Pertamina & Patraniaga, Rajamin Sirait, S.E mengatakan peredaran narkoba di Sumatera Utara bisa menghancurkan perekonomian."Narkoba bukan hanya bicara tentang hal kecil, tapi ini potensi musuh bangsa. Dimana dia bisa merusak generasi, merusak kesehatan dan masa depan serta menghancurkan ekonomi," kata Rajamin di kantornya Jalan SM Raja, Medan, Kamis (5/6/2025).
BACA JUGA:Polrestabes Medan Musnahkan 22 Kg Sabu : Perlu Kerjasama untuk Berantas NarkobaHal ini juga pernah disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang mengatakan peredaran narkoba sangat mempengaruhi perekonomian karena pasar narkoba itu underground economy illegal yang transaksinya tidak terekam.Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara hingga Juni 2025 berhasil mengungkap peredaran narkotika sebanyak 2.373 kasus dengan jumlah tersangka 3.051 orang.Adapun barang bukti yang disita berupa sabu seberat 665 kilogram sabu, pil ekstasi 121 ribu butir, dan 1,1 kilogram kokain.[br]Salah satu temuan yang mencolok adalah narkotika jenis baru pod vaving liquid mengandung zat etomidate dan metomidate yang efeknya sangat berbahaya sebanyak 5.393 pod vaving liquid.Rajamin selaku masyarakat dan pelaku usaha di Sumatera Utara bersyukur banyak pengungkapan tentang peredaran narkoba yang hampir merata di seluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara."Kami sebagai masyarakat dan pelaku usaha mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto dan jajaran, khususnya Direktorat Reserse Narkoba saudara Jean Calvijn Simanjuntak dengan kehadirannya di Polda Sumatera Utara akan membawa suatu terobosan baru, di mana akhir-akhir kita lihat tindakan penegakkan hukum terhadap narkoba ini makin jelas dan makin terarah," ucapnya.Rajamin mendukung pemberantasan narkoba di tempat hibran malam karena memang segmen-segmen pasar dari narkoba itu salah satunya di dunia hiburan yang selama ini tidak terjamah atau mungkin terabaikan.[br]Kini dengan kedatangan Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H sebagai Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara langsung melakukan penindakan, bahkan sampai ke daerah-daerah Pematangsiantar, Asahan, dan daerah-daerah yang punya prospek dengan peredaran narkoba."Kita harapkan konsistensi ini terus berlanjut karena kita tahu, narkoba ini bukan hanya bicara tentang hal kecil, tapi ini potensi musuh bangsa. Dimana dia bisa merusak generasi, merusak kesehatan dan masa depan serta menghancurkan ekonomi," harapnya."Dan kita tahu saat ini Indonesia pasar yang sangat gemuk tentang narkoba, kita juga melihat ada pengungkapan BNN di Batam sampai 2 ton. Artinya uang kita sangat banyak tersedot di sana, dan ini tersedot bukan di sini, tapi dibawa ke luar negeri, sehingga ekonomian kita makin morat-marit.""Tetapi dengan adanya penegakkan hukum ini setidak-tidaknya tidak ada spend of money kepada dunia luar seperti yang dilakukan pemerintah sekarang dengan judol-judol ini," tambahnya.Jadi sangat sinergi dengan sangat sinifikan yang dilakukan dengan pemerintahan Pak Prabowo ini dengan tindapan tindakan perpolisian masyarakat (Community Policing) khusunya hal-hal yang bisa merusak anak bangsa, merusak perekonomian dan merusak keamanan di Indonesia."Kita sangat salut dan kita tetap berdoa, serta mendukung aparat kepolisian, khusunya Polda Sumatera Utara, karena Sumatera Utara juga selama ini tempat basis tertinggi pemakai narkoba. Harapkan kia ke depan, pemakai narkoba di Sumatera Utara semakin menurun, semakin rendah, sehingga pembangunan Sumatera Utara yang saat ini dipimpin oleh Gubsu Bobby Nasution bisa semakin nyata dirasakan masyarakat.""Demikian harapan kami, kami percaya apa yang dilakukan hari ini pasti akan membuahkan hasil untuk generasi selanjutnya sehingga generasi selanjutnya sudah lebih baik daripada sebelumnya," tuturnya.