Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Keterangan Berubah-ubah, Terdakwa Mengaku Mendapat Tekanan

Keterangan Berubah-ubah, Terdakwa Mengaku Mendapat Tekanan

Hendra - Selasa, 17 Juni 2025 17:08 WIB
terdakwa menjadi saksi 
MATATELINGA, Langkat :Sidang kasus dugaan korupsi pengadaan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat tahun 2023 di Pengadilan Negeri Medan memasuki agenda baru, yakni mendengarkan keterangan saksi mahkota. Di mana giliran para terdakwa menjadi saksi terhadap terdakwa yang lain.Selasa(17/06)

Dalam kesaksiannya, Awaluddin mengakui terang-terangan terkait dirinya yang mencari para guru honor yang mau diurus untuk bisa lulus seleksi P3K. Dia menjalankan perannya setelah diajak terdakwa Alek Sander.

BACAJUGAhttps://www.matatelinga.com/Lifestyle/ini-pesan-rico-waas-terhadap-pelajar-smp-negeri-5-medan

Sedikitnya ada 33 guru honor yang direkrut Awaluddin dengan nilai uang yang beragam, yakni mulai dari Rp 35 juta sampai Rp 70 juta. Setelah uang diterima, Awaluddin memberikan sejumlah uang dengan nilai beragam kepada para kepala sekolah yang merekomendasikan guru honor yang mau diurus. Selanjutnya Awaluddin menyetorkannya ke Alek Sander.

[br]

Kemudian dalam kesaksian terpisah, Alek Sander mengakui keterangan Awaluddin. Namun terdakwa Saiful Abdi membantah pernyataan Alek Sander dengan mengatakan dirinya tidak pernah memerintahkan Alek untuk mencari guru honor guna diurus dalam seleksi P3K. Bahkan Saiful Abdi pun tidak tahu terkait uang yang dibawa Alek Sander dan diletakkan di teras rumah Saiful.

Sementara itu, sejak mengawali persidangan, baik hakim, jaksa dan juga para penasihat hukum mempertanyakan terkait keterangan Alek Sander yang berubah-ubah, bahkan sejak mulai dari proses pemeriksaan di kepolisian. Terhitung ada 3 kali di Poldasu Aleksander merubah keterangannya di Poldasu.

Selintingan terdengar, Alex Sander mengalami ketakutan karena ada kekuatan besar yang memaksanya untuk menyeret sejumlah pihak ke dalam perkara ini.

Hal itu berbeda jauh dengan keterangan Rohayu Ningsih. Dia mengaku terjerat dalam perkara ini hanya karena merasa iba dengan guru-guru honor yang kebanyakan adalah bawahannya.

"Saya ini kan kepala sekolah pak. Jadi guru-guru honor itu sudah seperti anak saya sendiri. Mereka sangat dekat dengan saya. Mereka itu yang mendesak-desak saya untuk dibantu dalam proses seleksi P3K itu. Karena saya kasihan, saya bilang akan saya coba bantu," kenang Rohayu.

Dijelaskannya, bukan dirinya yang mencari-cari peserta untuk dibantu. Tetapi para guru honor itu yang menemuinya dan meminta dibantu, dicarikan jalan supaya bisa lulus P3K. Bahkan nilai uang yang rata-rata Rp45 juta tersebut, adalah hasil kesepakatan dan inisiatif para guru honor.

"Saya bilang, ya udah saya coba cari jalan ya. Tapi karena takut, uang itu cuma saya simpan di rekening tabungan saya. Jadi begitu saya tahu tidak lulus, saya pulangkan uangnya," akunya seraya memastikan dirinya tidak ada mengurus kemana pun ibarat pepatah seperti menembak di atas kuda

Editor
: Putra

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?

Berita Sumut

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU

Berita Sumut

Wartawan Matatelinga.com Raih Penghargaan PMI Labuhanbatu

Berita Sumut

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut

Berita Sumut

Ini Hukuman Terhadap Empat Terdakwa Sabu 100 Kg Kejaksaan Negeri Belawan

Berita Sumut

Perayaan Tahun Baru, Sekitar 40 Orang Tewas dan 115 luka-luka Kebakaran di Sebuah Bar Pegunungan Alpen Swiss