Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Pemko Tanjungbalai Perkuat Komitmen Lintas Sektor untuk Eliminasi Penyakit TBC 2030

Pemko Tanjungbalai Perkuat Komitmen Lintas Sektor untuk Eliminasi Penyakit TBC 2030

- Kamis, 19 Juni 2025 19:47 WIB
Rencana Aksi Daerah (RAD) Penguatan Komitmen Pemko Tanjungbalai Menuju Eliminasi TBC 2030

MATATELINGA, Tanjungbalai: Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai memperkuat komitmen eliminasi Tuberkulosis (TBC) melalui pendekatan lintas sektor. Komitmen ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Rencana Aksi Daerah (RAD) Penguatan Komitmen Pemko Tanjungbalai Menuju Eliminasi TBC 2030.Acara ini melibatkan OPD terkait, TP-PKK, dan multi-stakeholder di Aula Sutrisno Hadi, Balai Kota setempat. Kamis, (19/6/2025).

Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, menyampaikan keprihatinan atas tingginya angka kasus TBC secara nasional yang menempatkan Indonesia sebagai negara dengan kasus TBC terbanyak kedua di dunia. Menurut nya Penanganan TBC tidak hanya sebatas penemuan kasus, tetapi harus fokus penyembuhan tuntas.

BACAJUGAhttps://www.matatelinga.com/Berita-Sumut/rutan-medan-terima-kunjungan-kerja-inspektur-wilayah-i-kemenimipas

"Kondisi ini sangat menyedihkan. Penanganan TBC tidak bisa lagi hanya sebatas penemuan kasus. Kita harus fokus pada proses penyembuhan yang tuntas," tegas Mahyaruddin.

[br]

Mahyaruddin menekankan bahwa tantangan terbesar bukanlah soal jumlah kasus yang ditemukan, tetapi memastikan bahwa setiap pasien TBC mendapatkan pengobatan hingga sembuh total selama enam bulan penuh tanpa putus.

Dari data Dinas Kesehatan Kota Tanjungbalai untuk tahun 2025, situasi penanggulangan TBC menunjukkan target penemuan kasus TBC sebesar 1.095. Namun, Standar Pelayanan Minimal (SPM) penemuan kasus baru di Kota Tanjungbalai baru mencapai 13,41%, dan Cakupan Pengobatan (Treatment Coverage) berada di angka 23,37%.

"Penyakit TBC membutuhkan pengobatan selama enam bulan penuh tanpa henti. Tidak boleh ada yang putus di tengah jalan. Di sinilah peran penting tenaga kesehatan, kader motivator, hingga keluarga pasien dalam mendampingi proses pengobatan,"ujarnya.

Untuk itu, Mahyaruddin menilai bahwa kesadaran masyarakat untuk mencegah dan menangani TBC masih perlu ditingkatkan secara signifikan, dengan menguatkan upaya edukatif dan promotif yang membutuhkan sinergi semua pihak hingga ke tingkat kelurahan.

Ia juga mendorong adanya sinkronisasi data antara pemerintah daerah dengan provinsi agar penanganan lebih terarah berdasarkan data riil di lapangan. Sehingga penanganan TBC di Kota Tanjungbalai tidak hanya berorientasi pada capaian angka, tetapi benar-benar menghasilkan dampak nyata, yaitu masyarakat yang sembuh, sehat, dan sadar akan pentingnya pola hidup bersih dan sehat.

[br]

Sebelumnya, Plh. Kepala Dinas Kesehatan, Safrina Yanti Harahap, menjelaskan beberapa faktor yang melatarbelakangi situasi penanggulangan TBC di Kota Tanjungbalai. Faktor-faktor tersebut di antaranya adalah stigma kepada indeks kasus TBC, kurangnya kesadaran masyarakat akibat edukasi yang belum masif, banyaknya kasus spesialistik pada pasien dengan paduan obat Kategori 1, pasien putus berobat, dan menolak pengobatan terutama pada kasus TBC Resisten Obat. Selain itu, saat ini terdapat kekurangan tenaga analis laboratorium pada RSUD dr. Tengku Mansyur, Puskesmas Sipori-pori, Puskesmas Teluk Nibung, dan Puskesmas Kampung Baru.

Safrina berharap, melalui kegiatan ini akan dihasilkan analisis situasi Program Pengendalian TBC di Kota Tanjungbalai, target dan definisi operasional indikator Program TB, serta kegiatan prioritas (workplan) untuk Rencana Aksi Daerah (RAD) dalam program penanggulangan TBC, yang puncaknya adalah tersedianya Dokumen RAD Penanggulangan TB di Kota Tanjungbalai.

Pada kesempatan itu, dilaksanakan pula penandatanganan naskah komitmen bersama RAD penanggulangan TBC di Kota Tanjungbalai oleh Wali Kota Tanjungbalai, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan, Dinas Kesehatan, Kemenag Tanjungbalai, TP-PKK Kota Tanjungbalai, Bapperida, dan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kota Tanjungbalai. (Riki)

.

Editor
: Putra

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?

Berita Sumut

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU

Berita Sumut

Wartawan Matatelinga.com Raih Penghargaan PMI Labuhanbatu

Berita Sumut

Wali Kota Medan Tinjau Jembatan Perlintasan Kereta Api di Gang Damai

Berita Sumut

Wakil Wali Kota Medan Minta Pertemuan Lintas Sektor Atasi Banjir Rob Belawan

Berita Sumut

Perkuat Sinergi Dalam Forum Lalu Lintas