MATATELINGA,Tanjungbalai : Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, meninjau langsung beberapa titik rawan banjir dan genangan air di Jalan Durian, Jalan Jamin Ginting, dan Jalan Arteri, Kelurahan Sirantau, Jumat (20/6/2025). Peninjauan ini dilakukan setelah hujan deras yang menyebabkan genangan air di wilayah tersebut.
Dalam tinjauannya, ditemukan bahwa genangan air disebabkan oleh penyempitan dan sedimentasi aliran Sungai. Kondisi ini diperparah oleh banyaknya bangunan warga yang menutupi area di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS).
BACAJUGAhttps://www.matatelinga.com/Berita-Sumut/buka-kejuaraan-mini-soccer-jurnalis-championship--ini-harapan-gubsu
Wali Kota Mahyaruddin Salim segera menginstruksikan Camat, Lurah, dan perangkat terkait untuk menindaklanjuti kondisi ini. Mereka diminta untuk menggiatkan gotong royong dalam upaya mengeringkan genangan air yang ada. Sebagai langkah jangka panjang, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai berencana menormalisasi Sungai Sijambi yang berada di Lingkungan IV, Kelurahan Sirantau. Ia berharap normalisasi ini dapat mengalirkan air langsung ke Sungai Sijambi, sehingga mengurangi genangan air hingga 80%.
[br]
"Setelah tadi kita lihat, kondisi di kawasan Jalan Durian, Jalan Jamin Ginting, dan Jalan Arteri Kelurahan Sirantau, sedimentasi sangat tinggi di sejumlah drainase yang ada ditambah lagi kondisi Sungai Sijambi yang buruk menyebabkan jalur air tersumbat dan memicu luapan air saat hujan deras turun," ujar Wali Kota.Selain itu, Wali Kota juga mengimbau warga yang tinggal di sepanjang Jalan Jamin Ginting dan Arteri, Kelurahan Sirantau, untuk menertibkan bangunan yang memakan badan jalan dan parit. Ia menegaskan pentingnya menjaga dan merevitalisasi daerah resapan air agar fungsinya tetap optimal. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pengerukan drainase dan penanganan tumpukan sampah."Saya juga tadi sudah langsung menegur warga kita yang bangunannya menutupi badan jalan dan drainase agar segera dibongkar sehingga tidak menimbulkan dampak lanjutan," jelas Wali Kota.Wali Kota Mahyaruddin Salim mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari Kepala Lingkungan, Lurah, Camat, hingga warga, untuk berpartisipasi aktif dalam upaya pengawasan dan edukasi publik. Ia menekankan pentingnya kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, dan tidak mendirikan bangunan di atas parit, saluran drainase, apalagi di kawasan DAS.