Matatelinga - Medan, Puluhan petugas reaksi cepat (PRC) Sabhara Polresta Medan masih berjaga-jaga di depan rumah tersangka. Beberapa diantaranya terlihat membawa pentungan untuk menghalau warga. Ratusan warga terus memadati kediaman H Syamsul Anwar tersangka dan Istrinya Radika penyiksaan dan pembunuhan di Jalan Madong Lubis/ Jalan Beo, Lingkungan XI, Sidodadi, Medan Timur. Beberapa warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian bahkan menuding pemilik CV Maju Jaya ini turut diduga melakukan penjualan organ tubuh para pembantunya.Seorang wanita yang mengaku sudah belasan tahun tinggal di sekitar rumah tersangka mengaku bahwa dirinya kerap melihat ambulance hilir mudik jelang tengah malam."Ambulancenya itu enggak ada bacaannya katanya. Yang kami tau, ambulance itu datangnya kalau tengah malam. Memang sempat kami lihat mereka itu bawa semacam bungkusan besar dimasukkan ke dalam ambulance," kata wanita berkacamata yang mengenakan daster cokelat, tak mau namanya disebutkan Selasa (2/12/2014).Warga menduga, bungkusan besar mirip goni itu diduga berisi jenazah dan organ tubuh PRT yang selama ini menghilang tak diketahui keberadaannya."Ada warga tionghoa di depan rumahnya tersangka ini cerita, dia sering lihat tersangka menyeret-nyeret pembantunya. Kalau menurut kami, itu pembantunya sudah mati," terang warga kembali menuding bahwa setiap jenazah organ tubuhnya diambil tersangka untuk dijual."Adek lihat aja lah sendiri. Dari mana mereka bisa punya rumah banyak, kalau tidak jual organ tubuh dan nyiksa orang," ungkap wanita paruh baya itu diamini oleh puluhan ibu-ibu lainnya.Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Wahyu Istanto Bram yang sempat dikonfirmasi mengaku belum bisa memastikan informasi dari warga tersebut. Kata Wahyu."Soal itu belum bisa kita pastikan. Namun nanti akan kita selidiki dalam tahap penyelidikan," cetusnya Kasat.(Mt/Taufik.S)