Matatelinga - Medan, Ratusan warga bahkan sampai saat ini tak membubarkan diri meskipun hujan deras mengguyur lokasi kejadian. Sejak Selasa (2/12/29014) pagi, ratusan warga terlihat antusias berkerumun di depan rumah tersangka penyiksaan dan pembunuhan pembantu rumah tangga Syamsul Anwar dan Radika di Jl Madong Lubis/Jl Beo, Lingkungan XI, Sidodadi, Medan Timur.Di tengah guyuran hujan, warga yang sudah basah kuyup bahkan masih sempat-sempatnya melakukan pelemparan batu. Beberapa warga yang melempar batu itu berada di satu rumah kosong berlantai empat persis di depan rumah tersangka Syamsul.Dentuman keras pun terdengar hingga mengagetkan polisi yang melakukan penjagaan. Demi menghindari kerusakan yang lebih parah, Kapolsekta Medan Timur, Kompol Juliani Prihartini terlihat sibuk memerintahkan anggotanya untuk mencari pelaku pelemparan."Coba pak, dikasih tau dulu. Jangan dilempari lagi," kata Juliani. Mendengar hal itu, petugas berpangkat Aiptu kembali menghimbau warga dengan pengeras suara."Tolong jangan dilempari pak. Di dalam petugas masih melakukan pemeriksaan," kata petugas.Mendengar hal itu, warga bukannya malah tenang. Warga malah bersorak sorai sembari melempari rumah tersangka dengan batu."Ngapai dibela-bela itu pak. Pembunuh itu. Cobak bapak periksa di dalam rumahnya. Ada kuburan itu," teriak ratusan warga.Hingga saat ini, lokasi kejadian masih dipadati sesak ratusan warga.(Mt/Taufik.S)