Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Empat Mayat dicuri Tempat Pemakaman Umum ) Al-Ikhlas

Empat Mayat dicuri Tempat Pemakaman Umum ) Al-Ikhlas

Admin - Rabu, 03 Desember 2014 15:17 WIB
matatelinga.com
Matatelinga - Medan, Mencuatnya kasus penganiayaan dan hingga tewasnya pembantu rumah tangga (PRT), hingga akan dilakukan pembongkaran kuburan diduga PRT bernama Cici di Kabanjahe Kabupaten tanah Karo, menjadi buah bahan pembicaran kalangan kecil, hingga para pejabat di sumut dan termasuk di Seluruh Indonesia.Dimana, Polisi terus melakukan penyelidikan terhadap pembantu rumah tangga disenyalir ada 5 0rang tewas, ditempat penampungan CV Maju Jaya yang dikelola oleh H Syamsul Anwar dan istri Radika  Jalan Angsa simpang Jalan Beo Lingkungan I Kelurahan Sidodadi Kecamatan Medan Timur.Kini mencuat kepermukaan, 4 warga penggarap lahan eks HGU PTPN2 mendatangi Polresta Medan, Rabu (3/12/2014). Mereka mengadukan pembongkaran makam dan hilangnya mayat kerabatnya.Makam yang dibongkar berada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Al-Ikhlas. Perkuburan itu berada di atas lahan garapan bekas HGU PTPN 2 di Jalan Suryadi, Kampung Agas, Desa Sampali Percut Sei Tuan, Deli Serdang.Lahan eks HGU itu dikuasai warga yang tergabung dalam Badan Perjuangan Rakyat Penunggu Indonesia (BPRPI) Sampali. Namun, pengembang juga dikabarkan mengincar lahan itu.Kemmpat makam dibongkar diam-diam.  "Pembongkarannya terjadi semalam, Selasa (2/12) sore. Yang pertama kali menghetahuinya saya, waktu mau memperbaiki gubuk di dekat situ. Saya lihat empat kuburan yang ada di situ sudah terbongkar dan melihat ada tulang yang tertinggal. Juga ada sarung tangan dan botol kecil berisi minyak," ujar Kenaris (56), warga setempat yang juga merupakan penggali kubur. Kenaris mengaku sempat berpapasan dengan belasan pria. Mereka membawa cangkul dan mayat. "Mereka kemudian berpencar pulangnya. Saya tidak curiga, saya pikir waris dengan pengembang sudah sepakat untuk ganti rugi, karena belakangan ini santer kuburan memang mau diganti rugi," jelasnya.Ternyata dugaan Kenaris salah. Waris dari mayat itu tidak mengetahui pembongkaran itu apalagi mendapat ganti rugi. "Kami kemudian laporkan ke ketua adat dan BPRPI Sampali," sebutnya dihadapan wartawan.Akibat pembongkaran dan pencurian itu, jasad Abdullah Sanif, Zul Efendi, Rizal dan Tengku Muyus pun belum ditemukan. Keluarga ahli warisnya dan warga lain melaporkan kejadian ini ke Polresta Medan. Laporan itu dibuktikan dengan tanda terima laporan: STPL/3039/K/XII/2014/SPKT Resta Medan. "Saya sudah diperiksa, sekarang ahli waris juga sedang diperiksa," ungkap Kenaris.Sementara itu, Sekretaris BPRPI Sampali Surya Deli (42) menduga pembongkaran makam itu dilakukan suruhan pengembang yang ingin menguasai lahan garapan itu. "Soalnya belakangan ini suruhan pengembang juga mendatangi ketua adat dan ahli waris, tapi keinginan mereka ditolak. Kami berharap orang-orang melakukan pembongkaran itu segera ditangkap," sebut Surya.(Mt)


Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Atasi Kemiskinan, Sergai Lakukan Inovasi dan Lompatan Berbagai Program Efisien

Berita Sumut

Kepala Bakamla RI Hadiri Pembahasan Tindak Lanjut Illegal Fishing Zona Timur

Berita Sumut

Bupati Soekirman Ajak Peserta Tingkatkan Keterampilan Untuk Menambah Penghasilan Keluarga

Berita Sumut

Bupati Soekirman Himbau ASN Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

Berita Sumut

Pengunjung dan Pasien RS Royal Prima Berhamburan Keluar

Berita Sumut

Dibanderol, Harga Emas Naik Rp599 Ribu/Gram