MATATELINGA,Simalungun : Menanggapi tudingan organisasi kemahasiswaan HMI Sumatera Utara yang menuduh adanya kriminalisasi dalam penanganan kasus Helarius Gultom, Kepolisian Resor (Polres) Simalungun memberikan klarifikasi dan bantahan keras terhadap berbagai tuduhan yang dinilai tidak berdasar dan menyesatkan publik.
Kaurbin Opsnal (KBO) Sat Reskrim Polres Simalungun, IPDA Bilson Hutauruk, dengan tegas membantah seluruh tuduhan yang dilontarkan HMI Sumut. "Kami tegaskan bahwa tidak ada kriminalisasi dalam penanganan kasus ini. Semua proses hukum dilakukan sesuai prosedur dan berdasarkan fakta-fakta yang ada di lapangan," ujar IPDA Bilson Hutauruk saat memberikan keterangan pers di Mapolres Simalungun.
Mengapa kasus ini ditetapkan sebagai tindak pidana, IPDA Bilson menjelaskan bahwa penetapan tersangka terhadap Helarius Gultom didasarkan pada laporan polisi nomor LP/B/221/VI/2025/SPKT/Polres Simalungun/Polda Sumatera Utara yang dibuat pada tanggal 4 Juni 2025 oleh pelapor Vander Kapellen Nadapdap.
"Siapa yang melaporkan dan apa yang dilaporkan harus kita jelaskan kepada publik secara transparan. Pelapor adalah Vander Kapellen Nadapdap, seorang petani berusia 51 tahun yang melaporkan dugaan tindak pidana pengancaman yang terjadi pada Rabu, 4 Juni 2025, sekira pukul 11.00 WIB di Huta Raja Hombang, Desa Pokan Baru, Kecamatan Huta Bayu Raja, Kabupaten Simalungun," ungkap IPDA Bilson memberikan kronologi awal kasus.
Baca Juga: Kapolres Tebingtinggi Pimpin Sertijab Pejabat Utama