MATATELINGA, Medan: Pembangunan infrastruktur di kawasan Medan Utara, khususnya di Kecamatan Medan Belawan, kembali menjadi sorotan publik. Salah satunya terkait proyek drainase di Jalan Cimanuk Gang 14 yang baru selesai sekitar satu bulan lalu, namun sudah menuai berbagai kritikan dari masyarakat.
Tokohmasyarakat Belawan, H. Irfan Hamidi, dalam diskusi aktif di grup WhatsApp Permabem (Persatuan Masyarakat Belawan), menanggapi beberapa komentar dan keluhan terkait hasil proyek tersebut. Menurutnya, proyek drainase dan tanggul yang dikerjakan di Belawan cenderung tidak membawa manfaat signifikan bagi masyarakat.
"Proyek tanggul-tanggulan itu, ustaz, sama sekali tidak ada manfaatnya bagi kami di Belawan. Mau kita tanya pun, kadang dianggap macam-macam. Hasilnya bikin sakit hati," ujar H. Irfan Hamidi.
Senada dengan itu, H. Ilham Maulana juga menyampaikan kekecewaannya atas proyek tembok anti-banjir dan pintu air yang menurutnya tidak jelas ujung keberhasilannya."Bahagia pun kita tak tahu. Hasilnya kayak abu-abu. Tidak jelas dampaknya buat masyarakat," ungkapnya.
Baca Juga: Wakil Wali Kota Medan Usulkan Rekrutmen Tenaga Dokter Untuk Ditempatkan di Puskesmas dan Rumah Sakit Bahkan, warga lainnya, Bambang Hermanto, menyindir kondisi terkini yang justru membuat genangan air lebih lambat surut."Sekarang aneh, air pasang malah masuk dan tak bisa keluar. Lambat benar surutnya," keluh Bambang.
Kritikan juga diarahkan kepada PDAM yang dianggap sembarangan memasang instalasi pipa ke rumah-rumah warga tanpa mempertimbangkan aspek estetika dan keselamatan aktivitas warga. Masyarakat juga menyesalkan kurangnya pengawasan dari aparat pemerintahan setempat, khususnya pihak kecamatan, yang dianggap tidak peduli terhadap keindahan dan kebersihan lingkungan.
"Camat harusnya peduli. Jangan biarkan kawasan kita tetap kumuh," ujar salah satu warga.