MATATELINGA,Rantauprapat : inna lillah wa inna ilaihi rajiun. Kabar duka, kali ini datang dari salah seorang politisi senior dan pejuang lingkungan di Kabupaten Labuhanbatu.
Syamsul Bahri Sireqar, 70, salah seorang deklator berdirinya Partai Amanat Nasional (PAN) di Kabupaten Labuhanbatu, paska bergulirnya reformasi dan tumbangnya rezim pemerintahan ordebaru pimpinan Presiden Soeharto, Selasa (19/8/2025) pagi, dikabarkan meninggal dunia (wafat) disebuah rumah sakit di kota Medan.
Syamsul, beberapa hari sebelumnya, sempat mendapat perawatan medis disalah satu rumah sakit yang ada di kota Rantauprapat, diduga karena sakit jantung. Kemudian, almaehum di rujuk ke sebuah rumah sqkir di Kota Medan.
Informasi wafatnya almarhum, menyebar luas sejak pagi tadi, melalui platform media sosial, yang diposting rekan dan sahabatnya.
Baca Juga: Polwan Cantik Polres Labuhanbatu Jadi Komandan Upacara Penurunan Bendera HUT ke-80 RI Di Labuhanbqtu Utara Selain sebagai salah seorang deklarator berdirinya PAN di Kabupaten Labuhanbatu, Syamsul Bahri Siregar, juga dikenal sebagai salah seorang pejuang linfkungan hidup didaerah ini.
Bersama rekan-rekannya, Syamsul Bahri Siregar, sangat keras menolak keberadaan salah satu pabrik pengolahan minyak kelapa sawit (crude palm oil - cpo), dibKelurahan Pulo Padang, Kecamatan Rantau Utara. Karena berdirinya PKS tersebut ditengah-tengah pemukiman warga. Bahkan bersebelahan langsung dengan sekolah.
"Berdirinya PKS tersebut, bertentangan dengan Peraturan Daerah (Perda) Labuhanbatu, tentang : Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Labuhanbatu", ucap Syamsul Bahri Siregar kepada media ini beberapa waktu lalu.