MATATELINGA,Asahan : Warga masyarakat jalan Pramuka gang Setia kelurahan Tebing Kisaran Kecamatan Kisaran Barat Asahan semakin gerah dan geram setelah mengetahui pihak Yayasan Pendidikan Sekolah Maitreyawira Kisaran telah membangun sebuah pekong atau tempat ibadah umat Tiong Hua dalam areal tanah yang sedang bermasalah.
Pihak pengelola Yayasan Pendidikan tersebut ditengarai membangun tempat sembahyang tersebut dengan tujuan untuk membenturkan masalah yang terjadi tersebut dengan SARA, Rabu (20/08/2025).
Hanafi (52) warga setempat dalam keterangannya mengatakan sekitar dua atau tiga Minggu lalu pembangunan tempat sembahyang ummat Budha (Pekong) telah selesai dibangun pihak pengelola Yayasan Pendidikan Sekolah Maitreyawira Kisaran diatas tanah yang sedang dalam sengketa dengan warga masyarakat disini, dan lagi Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Dinas Sat Pol Pamong Praja juga telah mengeluarkan surat teguran pembongkaran untuk ke tiga kalinya sekitar dua Minggu yang lalu dibulan Agustus 2025 ini.
Pihak Yayasan Pendidikan Sekolah Maitreyawira Kisaran ditengarai membangun Pekong tersebut agar supaya tembok pagar setinggi empat meter lebih tidak jadi dibongkar oleh Pemerintah setempat, dan yang lebih fatal lagi nantinya bila terjadi pembongkaran dipastikan adanya issue SARA yang bakal berkembang.
Baca Juga: Polsek Bosar Maligas Gelar Pasar Murah, Jual Beras dan Minyak Goreng dengan Harga Terjangkau untuk Masyarakat